Bisnis.com, JAKARTA — Milanion Group bersama PT Republik Palindo Internasional (RPAL), resmi memperluas program pengembangan kapal permukaan nirawak atau Unmanned Surface Vessel (USV) untuk TNI Angkatan Laut (TNI AL).
Kesepakatan baru tersebut merupakan kelanjutan dari kerja sama strategis kedua belah pihak yang dimulai pada 2025.
Melalui kolaborasi ini, kapal serang cepat atau fast attack craft sepanjang 20 meter yang diproduksi di dalam negeri akan dikonversi menjadi kapal nirawak menggunakan teknologi Advanced Autonomous Conversion System milik Milanion.
Chief Executive Officer Milanion Group, Davinder Dogra menegaskan bahwa proyek tersebut telah memasuki tahap implementasi dan bukan lagi sekadar konsep.
"Kami saat ini tengah mengerjakan program konversi kapal serang cepat buatan Indonesia menjadi USV untuk TNI Angkatan Laut. Ini bukan sekadar konsep atau rencana di atas kertas, melainkan program yang sudah berjalan," ujarnya dalam pernyataan resmi, Minggu (21/6/2026).
Perjanjian terbaru tidak hanya melanjutkan program yang sudah berjalan, tetapi juga memperluas jumlah kapal yang akan dikonversi menjadi platform nirawak.
Baca Juga
- Geger Lagi, Pelabuhan Rusia Dihantam Pesawat Nirawak Ukraina
- Dua Produsen Drone Lokal Siap Produksi Pesawat Nirawak untuk Angkut Orang dan Logistik
- Drone Elang Hitam Kembali Dikebut, Ini Jejak Pesawat Nirawak Kombat Buatan Lokal
Selain itu, kapal-kapal tersebut dapat dioperasikan dalam konfigurasi berawak maupun tanpa awak sesuai kebutuhan misi.
Armada USV yang dibangun melalui program ini diproyeksikan mampu mendukung berbagai operasi, mulai dari pengawasan wilayah maritim, patroli pesisir, pengamanan jalur pelayaran strategis, perlindungan infrastruktur vital, hingga operasi gabungan dengan kapal perang, pesawat udara, dan aset pertahanan lainnya.
Dalam skema kerja sama ini, industri dalam negeri memegang peran sentral. RPAL yang merupakan anak usaha Republikorp bersama galangan kapal nasional bertanggung jawab atas desain lambung, pembangunan kapal, serta berbagai aktivitas produksi di Indonesia.
Sementara Milanion menyediakan perangkat konversi otonom, sistem misi, integrasi sistem, serta dukungan teknis.
Chairman Republikorp Group Holding, Norman Joesoef, menilai kolaborasi tersebut sejalan dengan agenda kemandirian industri pertahanan nasional.
"Kami melihat peluang untuk memperkuat kapabilitas maritim Indonesia, mengembangkan talenta nasional, serta berkontribusi dalam membangun ekosistem pertahanan yang lebih tangguh," ujarnya.
Ke depan, armada USV hasil kolaborasi ini diharapkan menjadi salah satu tulang punggung transformasi digital dan otonomisasi operasi maritim TNI AL.





