Liputan6.com, Jakarta - Gelaran Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 menjadi magnet bagi masyarakat dalam merayakan HUT ke-499 Kota Jakarta.
Memasuki satu pekan pertama penyelenggaraan, pameran terbesar di Asia Tenggara ini langsung diserbu oleh lebih dari 1,5 juta pengunjung, dengan rata-rata kedatangan harian hampir menyentuh 200 ribu orang. Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menilai tingginya antusiasme masyarakat ini menjadi sinyal positif bagi iklim finansial ibu kota.
Advertisement
“Melihat kondisi Jakarta Fair saat ini, pergerakan ekonomi nasional, khususnya di Jakarta, menunjukkan perkembangan yang sangat baik," ujar Uus Kuswanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Uus menjelaskan, Jakarta Fair merupakan salah satu indikator kondisi ekonomi DKI Jakarta saat ini berada dalam keadaan yang sehat dan stabil.
Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 1968, pameran tahunan ini telah menjadi ruang krusial bagi para pelaku usaha untuk memasarkan produk sekaligus menjaga optimisme pasar. Sepanjang sejarahnya, agenda ini hanya sempat ditiadakan pada tahun 2020 akibat hantaman pandemi COVID-19.
Lebih lanjut, Uus menyampaikan bahwa semangat kolaborasi dalam penyelenggaraan Jakarta Fair tahun ini menjadi modal penting untuk menyongsong usia lima abad Jakarta pada tahun 2027 mendatang.
Langkah ini diharapkan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang maju.




