Sensasi Canyoneering di Air Terjun Sisundung, Wisata Adrenalin Baru di Tapanuli Selatan

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Medan: Wisata petualangan canyoneering di air terjun Sisundung, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatra Utara, menjadi daya tarik baru bagi wisatawan. Selain itu, wisata petualangan tersebut juga membuka peluang pengembangan potensi wisata alam.

Pengelola wisata dari Komunitas Pecinta Alam (KPA) Forester Decky mengatakan, aktivitas tersebut menawarkan sensasi menuruni tebing di bawah aliran air terjun dengan menggunakan tali pengaman dan didampingi instruktur yang memahami teknik dasar canyoneering.

"Ini memang wisata yang memacu adrenalin, tapi aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Semua peserta menggunakan perlengkapan sesuai standar keselamatan," ujar Decky di Tapanuli Selatan, Minggu, 21 Juni 2026, melansir Antara.

Baca Juga :

Jembatan Kaca Bromo Dibuka saat Libur Sekolah Akhir Juni 2026
Ia mengatakan minat masyarakat terhadap wisata petualangan tersebut cukup tinggi. Tidak hanya berasal dari kalangan pecinta alam, tetapi juga masyarakat umum yang ingin merasakan pengalaman baru di alam terbuka.

"Kegiatan canyoneering digelar secara rutin setiap akhir pekan dan pemesanan peserta disebut telah penuh hingga akhir Juli 2026," ucap dia.

Olahraga petualang canyoneering di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. ANTARA/Kodir Pohan

Selain air terjun Sisundung dengan ketinggian sekitar 23 meter, KPA Forester juga telah melakukan survei terhadap sejumlah lokasi potensial lainnya, seperti air terjun Siadiasi di Desa Padang Lancat dan Goa Aek Badak Julu di Kecamatan Sayur Matinggi.

"Kedua lokasi tersebut direncanakan menjadi destinasi berikutnya yang diharapkan dapat memperkuat potensi wisata petualangan di Tapanuli Selatan," ucap Decky. Tarif Canyoneering Air Terjun Sisundung Untuk mengikuti kegiatan tersebut, peserta dikenakan tarif promosi sebesar Rp95 ribu per orang hingga akhir Juni 2026. Mulai 1 Juli 2026, tarif akan disesuaikan menjadi Rp120 ribu per orang.

Meski memiliki potensi besar, ia mengatakan pengembangan wisata canyoneering di wilayah tersebut masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur jalan menuju sejumlah lokasi wisata.

Dia menilai, apabila dikelola secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan, wisata canyoneering dinilai berpeluang menjadi daya tarik baru yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konvoi Geng Motor dan Balap Liar di Makassar Dibubarkan, Pemotor Kabur Tabrak Pohon
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
‎Jepang Gilas Tunisia 4-0, Samurai Biru Pecahkan Sejumlah Rekor Bersejarah di Piala Dunia 2026 ‎
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Lowongan Kerja Kementerian Kesehatan Juni 2026, Penempatan di Jakarta
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Bhayangkara Fun Run 5K Diikuti 1.300 Peserta, Atlet Ditpolairud Polda Jatim Tampil Menonjol
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Ibu Aniaya Pemerkosa Anaknya di Sultra Diberi Vonis Pemaafan
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.