VIVA – Ambisi besar Timnas Indonesia kembali menjadi perhatian media luar negeri. Salah satunya media Vietnam, Soha yang menyoroti arah baru yang tengah dibangun oleh Ketua Umum Erick Thohir bersama PSSI, yang menargetkan Garuda tidak hanya kuat di level Asia Tenggara, tetapi juga konsisten tampil di Piala Dunia pada masa mendatang.
Dalam laporan yang mereka publikasikan, Soha menggarisbawahi pernyataan Erick Thohir terkait visi jangka panjang sepak bola Indonesia. Indonesia disebut tidak lagi sekadar mengejar prestasi regional, tetapi membangun fondasi agar bisa menjadi langganan tampil di ajang terbesar dunia.
Fokus awal dari peta jalan tersebut dimulai dari target jangka pendek, termasuk menjuarai Piala AFF 2026. Di saat yang sama, Indonesia juga disebut membidik performa kompetitif di Piala Asia 2027 serta partisipasi berkelanjutan dalam berbagai turnamen internasional hingga 2030.
“Erick Thohir juga menguraikan tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang diincar sepak bola Indonesia. Dalam jangka pendek, tim Indonesia bertujuan untuk memenangkan Piala AFF, di mana Vietnam adalah juara bertahan,” tulis laporan media Vietnam, Soha.
Proyeksi Besar Sepak Bola Indonesia- Kitagaruda.id
Dalam pemaparan strateginya, Erick Thohir membagi target Timnas Indonesia ke dalam dua fase besar, yakni jangka pendek di bawah lima tahun dan jangka panjang di atas lima tahun. Pada fase berikutnya, Indonesia tidak hanya menargetkan prestasi, tetapi juga peningkatan signifikan dalam peringkat FIFA hingga masuk 50 besar dunia, serta menembus jajaran elite Asia.
Lebih jauh, visi tersebut menempatkan Indonesia sebagai kekuatan yang stabil di level internasional, bukan sekadar tim yang sesekali tampil di turnamen besar. Penguatan pemain lokal dan kompetisi domestik tetap menjadi pondasi utama, meski program naturalisasi terus berjalan sebagai akselerasi kualitas skuad.
Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah proses naturalisasi dua pemain keturunan, yakni Luke Vickery dan Mitchell Baker. Kehadiran keduanya disebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kedalaman skuad Garuda di berbagai level.
Soha juga menilai langkah tersebut sebagai sinyal bahwa Indonesia belum berhenti memperkuat tim nasionalnya. Dalam laporan lanjutan, media Vietnam itu menyebut masih ada potensi tambahan pemain keturunan lain yang sedang dipantau untuk proses serupa.





