Bisnis.com, BUKITTINGGI — Kementerian Kebudayaan RI menyebutkan seiring adanya peringatan 100 Tahun Jam Gadang yang ada di Kota Bukittinggi dapat dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat hubungan diplomatik Indonesia dan Belanda.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan hubungan diplomatik Indonesia dan Belanda ini bisa diperkuat melalui pendekatan sejarah, budaya, pendidikan, dan kerja sama antarmasyarakat.
"Adanya peringatan satu abad Jam Gadang tidak hanya penting untuk memperkuat kesadaran sejarah dan budaya, tetapi juga memiliki dampak strategis bagi pengembangan ekonomi, pariwisata, dan diplomasi Indonesia di tingkat internasional," katanya dalam keterangan resmi, Minggu (21/6/2026).
Dia menyampaikan bahwa Jam Gadang merupakan simbol perjalanan sejarah Minangkabau dan kemerdekaan Indonesia yang tidak dapat dipisahkan dari berbagai fase penting perjalanan bangsa.
Fadli bilang Bukittinggi memiliki posisi strategis dalam sejarah nasional, termasuk sebagai pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), sehingga identitasnya sebagai Kota Perjuangan perlu terus diperkuat melalui berbagai program pembangunan dan promosi daerah.
"Saya mengapresiasi kegiatan ini, karena memiliki nilai sejarah medunia dan menjadi ikon wisata di Sumbar," ujarnya.
Baca Juga
- Wapres Ngevlog Bareng Menparekraf di Bawah Jam Gadang, Bahas Apa?
- Kawasan Jam Gadang di Bukittinggi Mulai \'Berdentang\' Kembali
- LIBUR PANJANG: Jam Gadang Ramai Pengunjung
Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Belanda saat ini terus berkembang secara konstruktif melalui berbagai bentuk kerja sama yang melibatkan pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat.
Menurutnya Bukittinggi memiliki posisi penting dalam sejarah Indonesia sekaligus menyimpan warisan budaya yang dapat menjadi jembatan penghubung antarmasyarakat kedua negara.
“Jam Gadang menjadi simbol persahabatan yang telah menyaksikan berbagai peristiwa penting selama satu abad,” ujarnya.
Marc menilai hubungan antara Belanda dan Indonesia, khususnya dengan masyarakat Minangkabau, memiliki fondasi kuat yang terus berkembang melalui kolaborasi di bidang pendidikan, budaya, dan ekonomi.
Oleh karena itu, berharap hubungan tersebut semakin diperkuat melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi generasi mendatang.
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy menegaskan diplomasi tidak hanya menjadi ranah pemerintah pusat, tetapi juga dapat diperkuat melalui diplomasi daerah, kerja sama antarkota, perguruan tinggi, komunitas budaya, dan masyarakat.
“Bukittinggi dan Amsterdam memiliki nilai sejarah yang dapat menjadi jembatan persahabatan kedua bangsa. Kami melihat peluang besar untuk memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, pengelolaan arsip sejarah, hingga pembangunan berkelanjutan,” sebutnya.
Menurutnya Sumbar memiliki berbagai potensi strategis yang terbuka untuk kerja sama internasional, mulai dari sektor pariwisata, pertanian, perdagangan, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Selanutnya dalam pengalaman Belanda dalam pengelolaan air, teknologi pertanian, ekonomi hijau, dan pembangunan berkelanjutan dapat menjadi referensi penting bagi percepatan pembangunan daerah.
Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menambahkan sejarah tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga menjadi modal untuk membangun kerja sama dan persahabatan yang lebih luas.
"Melalui momentum ini, Bukittinggi ingin memperkuat posisinya sebagai kota bersejarah yang terbuka terhadap kolaborasi global,” kata Ramlan.
Dia menjelaskan, Pemkot Bukittinggi menawarkan sejumlah agenda kerja sama yang dapat dikembangkan bersama mitra internasional, antara lain pengembangan arsip digital sejarah Indonesia-Belanda, penguatan jejaring penelitian, program pertukaran pelajar dan akademisi, museum digital berbasis teknologi, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, hingga wisata sejarah.





