Dorong Kinerja 2026, INTA Perkuat Pelanggan Strategis dan Bisnis Rental

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Intraco Penta Tbk (INTA) menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat kinerja pada 2026, mulai dari percepatan pelunasan utang, penguatan pelanggan strategis, hingga pengembangan bisnis rental alat berat untuk menciptakan sumber pendapatan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Direktur Utama Intraco Penta Petrus Halim mengatakan perseroan akan tetap berfokus pada penguatan fundamental usaha di tengah dinamika ekonomi dan tantangan industri yang masih berlanjut.

Salah satu prioritas utama perseroan pada tahun ini adalah mempercepat pelunasan utang guna memperbaiki struktur permodalan sekaligus mengurangi tekanan beban keuangan.

"Perseroan berkomitmen untuk menjalankan strategi bisnis yang pruden, adaptif, dan berorientasi jangka panjang dengan dukungan penuh dari seluruh pemegang saham, pelanggan, mitra usaha, dan karyawan. Kami optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan yang berkelanjutan serta memperkuat posisi perseroan di masa mendatang," ujar Petrus dalam keterangan resmi, Senin (22/6/2026).

Selain memperkuat struktur keuangan, INTA juga menargetkan peningkatan kontribusi penjualan dari pelanggan utama melalui pendekatan key account dan project-based sales. Strategi tersebut diharapkan dapat memperbesar porsi pendapatan dari pelanggan strategis yang memiliki kebutuhan proyek jangka panjang.

Di sisi lain, perseroan terus mendorong pengembangan lini usaha rental alat berat melalui anak usahanya. Segmen ini dinilai memiliki karakteristik pendapatan yang lebih berulang (recurring income) sehingga dapat menjadi penopang kinerja yang lebih stabil dibandingkan bisnis penjualan alat berat.

Baca Juga

  • RI Lirik Potensi Impor Alat Berat hingga Otomotif Asal Belarus
  • Penyaluran Pembiayaan Alat Berat Tumbuh 1,09% Kuartal I/2026
  • Uji Coba di Alat Berat Tambang, ESDM Klaim B50 Aman untuk Mesin Diesel

Adapun dari sisi investasi, INTA akan menerapkan kebijakan belanja modal (capital expenditure/capex) secara selektif. Alokasi investasi akan difokuskan pada aset-aset yang mendukung bisnis inti dan memberikan nilai tambah optimal bagi perseroan.

"Kami harap langkah-langkah yang sudah dipersiapkan tersebut dapat semakin memperkuat daya saing perseroan, meningkatkan profitabilitas, serta menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan pada masa mendatang," kata Petrus.

Pada 2025, INTA membukukan pendapatan usaha konsolidasian sebesar Rp966,92 miliar, meningkat dibandingkan Rp954,68 miliar pada tahun sebelumnya. Perseroan juga berhasil menekan rugi bersih menjadi Rp81,09 miliar dari Rp117,84 miliar pada 2024.

Manajemen menilai perbaikan kinerja tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah transformasi yang dijalankan perseroan, termasuk peningkatan efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan, optimalisasi portofolio bisnis, serta fokus pada segmen usaha yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Jumat (19/6/2026), pemegang saham menyetujui seluruh mata acara rapat, termasuk pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan 2025, penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 2026, penetapan remunerasi direksi dan dewan komisaris, serta perubahan anggaran dasar terkait penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Api Masih Berkobar di Belakang Pabrik Sandal Tangerang, Warga Diminta Jauhi Lokasi
• 46 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Klasemen MotoGP 2026 Memanas Usai Kemenangan Marc Marquez di Ceko
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Ayah Perkosa Balita Hingga Meninggal, Menteri PPPA Pastikan Proses Hukum Optimal
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bos PT Blueray, John Field, dkk Jalani Sidang Tuntutan Kasus Suap Bea Cukai
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Malam Ini, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
• 16 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.