IHSG Diprediksi Naik seiring Rebalancing FTSE, Ini Saham yang Bisa Dilirik

katadata.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan naik pada perdagangan, Senin (22/6), seiring efektifnya rebalancing FTSE Russel hari ini. Sejumlah saham pun menjadi perhatian analis, mulai dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), hingga PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).

Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan, IHSG berpotensi melanjutkan tren naik menuju level 6.545 apabila level 6.007 tetap bertahan. Namun IHSG dapat memulai wave x sebagai suatu penurunan lebih awal jika menembus di bawah level 6.007.

“Indikator MACD menunjukkan sinyal bullish,” kata Ivan dalam keterangannya, dikutip pada Senin (22/6). 

Adapun level support IHSG berada di level 6.007, 5.722, 5.519, dan 5.314. Sementara level resistance di level 6.312, 6.545, 6.835 dan 7.207.

Support adalah area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh level support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sementara resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

MACD adalah alat analis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.

Untuk perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama, menilai IHSG diproyeksikan naik setelah berhasil membentuk pola bullish doji star candle di atas MA20. Di sisi lain, indikator Stochastics KD dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, didukung kenaikan volume.

Menurut Nafan, sentimen utama pada perdagangan hari ini datang dari efektifnya implementasi hasil rebalancing indeks FTSE Russell. Investor diperkirakan melakukan penyesuaian portofolio, terutama investor institusi dan dana pasif (passive funds).

Kendati demikian, ia menilai sebagian besar dampak rebalancing global telah tercermin dalam harga (priced in). Karena itu, pengaruhnya terhadap IHSG diperkirakan tidak sebesar tekanan yang terjadi pada awal bulan lalu saat pasar saham mengalami tren bearish.

Selain itu, perhatian pelaku pasar pekan ini juga tertuju pada pengumuman MSCI Annual Market Classification Review yang dijadwalkan rilis pada 24 Juni 2026 waktu Indonesia.

Nafan menilai hasil tinjauan tersebut akan menjadi sentimen penting bagi pergerakan IHSG. Pasar masih mencermati kejelasan status freeze (pembekuan) Indonesia dalam indeks MSCI.

Nafan memberikan rekomendasi saham-saham antara lain, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dengan target harga ke level 4.080, dan 4.580; BMRI dengan target harga ke Rp 4.460, 4.570, dan 6.050, serta; PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga ke Rp 6.425, 6.550, dan 8.600.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sarwendah Disebut Rugi Hingga Rp20 Miliar Imbas Konflik dengan Ruben Onsu
• 10 jam lalucumicumi.com
thumb
Konsolidasi BUMN dan keadilan bagi pekerja
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Kemensos Minta Bener Meriah Percepat Kesiapan Lahan Sekolah Rakyat
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Menkeu Purbaya Siapkan Pembayaran Bertahap DBH ke Daerah Mulai Juli 2026
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.