Kembalinya Yamal Bikin Spanyol Menggila saat Bungkam Arab Saudi 4-0

katadata.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

Kembalinya Lamine Yamal menjadi suntikan energi besar bagi Timnas Spanyol. Setelah absen selama dua bulan akibat cedera hamstring, bintang muda Barcelona itu langsung memberi dampak besar saat La Roja menghajar Arab Saudi 4-0 pada laga Grup H Piala Dunia di Atlanta, AS, Minggu (21/6).

Yamal yang untuk pertama kalinya kembali tampil sebagai starter sejak mengalami cedera, hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk mengakhiri penantian panjang Spanyol dalam mencetak gol di turnamen ini.

Pemain berusia 18 tahun itu membuka keran gol Spanyol setelah memanfaatkan umpan silang mendatar Mikel Oyarzabal. Gol itu sekaligus menjadi jawaban atas sorotan terhadap lini serang Spanyol yang gagal mencetak gol dalam pertandingan sebelumnya, saat Tim Matador berhadapan dengan Tanjung Verde.

Tidak berhenti di situ, Oyarzabal tampil sebagai aktor utama kemenangan Spanyol dengan mencetak dua gol tambahan. Penyerang Real Sociedad itu mampu membuat pasukan yang diarsiteki Luis de la Fuente unggul 3-0 hanya dalam waktu 24 menit. Gol keempat Spanyol kemudian tercipta melalui gol bunuh diri bek Arab Saudi, Hassan al-Tambakti, yang salah mengantisipasi bola pantul hasil tembakan Marc Cucurella.

Kemenangan telak ini membawa Spanyol naik ke puncak klasemen Grup H, sekaligus mengembalikan kepercayaan diri tim yang sempat terguncang setelah hanya bermain imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde pada laga pembuka.

Yamal Pecah Kebuntuan Spanyol

Sebelum pertandingan melawan Saudi, Spanyol berada di bawah tekanan. Meski mendominasi penguasaan bola pada laga pertama, mereka tampil kurang tajam dan gagal mencetak gol.

Catatan buruk itu menjadi perhatian karena Spanyol datang ke turnamen sebagai salah satu kandidat kuat juara. Mereka bahkan harus menunggu lebih dari 2.500 operan dan 50 percobaan tembakan sejak gol terakhir mereka di Piala Dunia sebelum akhirnya kembali menemukan gol melalui Yamal.

Pelatih Luis de la Fuente mengakui para pemainnya merasa tersinggung dengan kritik yang muncul setelah hasil mengecewakan di pertandingan pertama.

"Kami merasa tersinggung dengan kritik tersebut," ujar De la Fuente, seperti dikutip AFP. Responsnya pun terlihat jelas di lapangan.

Menghadapi Arab Saudi, De la Fuente melakukan empat perubahan dalam susunan pemain inti. Selain Yamal, Pedro Porro, Dani Olmo, dan Alex Baena juga dipercaya tampil sejak menit awal.

Sementara Arab Saudi sebenarnya datang dengan modal positif setelah mampu menahan imbang Uruguay 1-1 pada laga pembuka. Namun, mereka kesulitan menghadapi tekanan tinggi yang diberikan Yamal dan kawan-kawan sejak awal pertandingan.

Oyarzabal Jadi Mesin Gol

Gol pertama Spanyol lahir ketika Oyarzabal menemukan ruang di belakang pertahanan Saudi. Umpan silang rendahnya kemudian disambut Yamal yang berdiri bebas di tiang jauh.

Oyarzabal kemudian menggandakan keunggulan Spanyol setelah menerima umpan dari Aymeric Laporte. Hanya tiga menit berselang, pemain berusia 27 tahun itu kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat tendangan voli memanfaatkan sundulan Dani Olmo.

Tambahan dua gol tersebut membuat Oyarzabal semakin mengukuhkan performanya bersama tim nasional. Ia telah mencetak 14 gol dalam 13 pertandingan terakhirnya untuk Spanyol.

Peluang hattrick sebenarnya terbuka sebelum turun minum. Namun, upaya spektakulernya dengan sisi luar kaki dari sudut sempit hanya membentur mistar gawang.

Karena pertandingan sudah berada dalam kendali, De la Fuente memilih mengambil keputusan hati-hati dengan menarik keluar Yamal dan Oyarzabal saat jeda pertandingan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pengelolaan menit bermain sang pemain muda setelah baru pulih dari cedera.

Pergantian pemain tidak mengurangi agresivitas Spanyol. Mereka tetap mendominasi pertandingan dan akhirnya mencetak gol keempat melalui situasi bola mati.

Cucurella mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan. Meskipun sempat ditepis kiper Mohammed al-Owais, bola rebound mengenai Hassan al-Tambakti sebelum masuk ke gawangnya sendiri.

Kemenangan ini terasa semakin spesial bagi De la Fuente karena diraih tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-65. Ia juga memberikan kesempatan bermain kepada Nico Williams dan Mikel Merino yang baru kembali dari cedera.

Di sisi lain, kekalahan ini membuat tekanan semakin besar bagi pelatih Arab Saudi, Georgios Donis. Arab Saudi wajib meraih hasil positif dalam pertandingan terakhir grup melawan Tanjung Verde di Houston jika ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur.

Kemenangan atas Tanjung Verde berpotensi membawa Arab Saudi melaju ke babak knockout untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1994 yang juga digelar di AS.

Sementara itu, Spanyol akan menghadapi ujian berikutnya melawan Uruguay, juara dunia dua kali, pada laga terakhir Grup H di Guadalajara. Pertandingan tersebut akan berlangsung Jumat (26/6) waktu Amerika Serikat atau Sabtu (27/6) WIB.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hikayat Asal Muasal Nama Jakarta dari Masa ke Masa
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Hotman Paris Turun Tangan Kawal Kasus Wanita Disekap Pacar 3 Tahun di Bandung, Curiga Ada Korban Lainnya
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Sarwendah Disebut Rugi Hingga Rp20 Miliar Imbas Konflik dengan Ruben Onsu
• 6 jam lalucumicumi.com
thumb
Hati-Hati, 4 Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bikin Rambut Rontok Parah
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kasus Penyekapan di Bandung Jadi Sorotan, Ini Sisi Gelap dari Interaksi Sosial yang Jarang Dibahas
• 19 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.