Vozinha Antar Tanjung Verde Ukir Sejarah di Piala Dunia Lewat Perjalanan Penuh Ketekunan

pantau.com
17 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kiper Tanjung Verde Vozinha menjadi sorotan dunia setelah tampil gemilang dan membantu negaranya meraih hasil imbang 0-0 melawan Spanyol pada laga debut Tanjung Verde di Piala Dunia FIFA, Senin.

Hasil tersebut menjadi poin pertama Tanjung Verde dalam sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia sekaligus menegaskan peran penting Vozinha sebagai benteng terakhir tim berjuluk Blue Sharks.

Penampilan Heroik di Laga Bersejarah

Vozinha yang kini berusia 40 tahun tampil emosional setelah pertandingan berakhir di hadapan para wartawan.

Ia mengungkapkan bahwa air mata yang mengalir bukan hanya karena hasil bersejarah yang diraih timnya, tetapi juga karena mengenang keluarga yang telah mendukung perjalanan hidupnya.

"Saya menangis karena saya dibesarkan oleh kakek-nenek saya, dan sayangnya, mereka tidak ada di sini. Mereka meninggal beberapa tahun lalu. Mereka adalah segalanya bagi saya, bagi hidup saya. Saya juga menangis karena ibu saya tidak bisa hadir di sini karena masalah visa," ungkap Vozinha.

Kiper yang memiliki nama lengkap Josimar Jose Evora Dias itu menjadi salah satu pemain paling berpengalaman di skuad Tanjung Verde setelah lebih dari satu dekade membela tim nasional.

Saat menghadapi Spanyol yang berstatus salah satu unggulan turnamen, Vozinha melakukan sejumlah penyelamatan penting yang menggagalkan peluang lawan dan memastikan timnya membawa pulang satu poin berharga.

Dari Awal Karier Terlambat hingga Panggung Dunia

Perjalanan Vozinha menuju Piala Dunia tidak berlangsung seperti kebanyakan pesepak bola profesional lainnya.

Ia diketahui baru memulai karier profesional pada usia 25 tahun dan sempat mempertimbangkan untuk meninggalkan dunia sepak bola.

Namun, ketekunannya membuahkan hasil ketika Tanjung Verde berhasil lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Bagi negara kepulauan Afrika yang berpenduduk sekitar setengah juta jiwa itu, pencapaian tampil di Piala Dunia sudah menjadi tonggak penting dalam perkembangan sepak bola nasional.

Kisah haru juga datang dari sang ibu, Ana Candida Evora, yang tidak dapat menyaksikan langsung pertandingan tersebut karena terkendala visa dan biaya perjalanan ke Amerika Serikat.

"Saya mengatakan tidak ada bola yang akan berhasil menjebol gawangnya, dan itu benar-benar terjadi. Dia adalah kiper yang hebat. Saya sangat bangga menjadi ibu Vozinha, dan saya berharap dia terus berhasil menahan bola yang mengarah ke gawangnya," ungkap Ana Candida Evora.

Setelah pertandingan, sang ibu akhirnya berhasil memperoleh visa dan berangkat ke Amerika Serikat berkat bantuan pengusaha asal China, Lin Jie.

"Sepupu Vozinha kebetulan bekerja di toko pakaian istri saya," kata Lin.

"Saya menawarkan diri untuk membantu," lanjutnya.

Penampilan gemilang melawan Spanyol menjadikan Vozinha bukan hanya pahlawan di lapangan, tetapi juga simbol ketekunan dan perjuangan bagi masyarakat Tanjung Verde.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ruben Onsu Tak Terima Diawasi Saat Bertemu Anak
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Begini Instruksi Prabowo kepada PLN usai Terjadi Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Update Kasus Pencemaran Nama Baik Jokowi: Polda Metro Jaya Limpahkan Roy Suryo-Dokter Tifa ke Jaksa
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Nasib Insentif Kendaraan Listrik 2026 Masih Menggantung, Ini Respons Pemerintah
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kepala BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
• 12 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.