Pantau - Klaim yang beredar di media sosial Facebook bahwa Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah menggenjot pungutan pajak dari rakyat untuk menekan utang Indonesia kepada pihak asing dipastikan tidak benar atau hoaks.
Video Disebar dengan Narasi MenyesatkanUnggahan tersebut menampilkan video Puan Maharani yang disandingkan dengan cuplikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Narasi dalam unggahan menyebut pemerintah akan meningkatkan pungutan pajak dari masyarakat untuk menutupi berbagai kebutuhan anggaran negara.
Unggahan itu juga mengaitkan kebijakan pajak dengan sejumlah program pemerintah, termasuk MBG, sehingga menimbulkan kesan bahwa Puan Maharani mendukung langkah tersebut.
Tidak Ada Pernyataan Resmi dari Puan MaharaniHasil penelusuran menunjukkan tidak ditemukan pernyataan resmi dari Puan Maharani yang meminta pemerintah menggenjot pajak rakyat untuk menekan atau menutupi utang negara.
Video yang digunakan dalam unggahan diketahui berasal dari tayangan YouTube BeritaSatu berjudul "Pidato Lengkap Ketua DPR Puan Maharani Buka Rapat Paripurna".
Video tersebut merupakan dokumentasi pidato Puan Maharani saat membuka Rapat Paripurna DPR RI Masa Sidang I Tahun Sidang 2022–2023 di Gedung DPR RI, Jakarta, pada 16 Agustus 2022.
Dalam pidato aslinya, Puan tidak pernah menyampaikan pernyataan mengenai peningkatan pungutan pajak dari rakyat sebagaimana yang diklaim dalam unggahan tersebut.
Terindikasi Manipulasi DigitalHasil pemeriksaan menggunakan AI Detector Hive Moderation menunjukkan video yang beredar memiliki indikasi kuat sebagai konten hasil manipulasi digital atau deepfake.
Temuan tersebut mengindikasikan suara maupun narasi dalam video kemungkinan telah diedit dan tidak sesuai dengan rekaman aslinya.
Karena itu, klaim yang menyebut Puan Maharani meminta pemerintah menaikkan atau menggenjot pajak rakyat untuk menekan utang negara tidak memiliki dasar fakta yang valid.
Informasi tersebut dinyatakan sebagai hoaks dan tidak sesuai dengan pernyataan resmi Ketua DPR RI.




