Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) mengancam akan mengambil alih Selat Hormuz dan mengenakan tarif pelayaran untuk menjamin keamanan lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut.
“Kami mungkin akan mengambil alih selat itu jika perlu,” kata Trump seperti dikutip Antara dari laporan Fox News, Senin (22/6/2026).
Adapun ancaman itu disampaikan Trump, di tengah perundingan kesepakatan damai dengan Iran yang tengah berlangsung di Swiss, lewat mediasi Qatar dan Pakistan.
“Jika mereka tidak membuat kesepakatan, kami akan mengenakan tarif lintas,” katanya.
Dalam skenario itu, Trump menyebut AS akan mengambil 20 persen dari minyak yang diangkut melalui Selat Hormuz.
Sebelumnya pada Sabtu (20/6/2026), Trump juga mengatakan bahwa jika kesepakatan damai dengan Iran gagal, AS bisa mengenakan biaya lintas di Selat Hormuz sebagai “imbalan atas jasa yang diberikan” dan untuk menutup biaya yang telah dikeluarkan.
Pada 18 Juni, Iran dan AS menandatangani secara elektronik sebuah memorandum yang mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari.
Dokumen itu juga menetapkan tenggat bagi AS untuk mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, serta batas waktu bagi Iran untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz. (ant/bil/iss)




