JAKARTA, DISWAY.ID – Tidak menunggu lama, tim negosiasi Iran tinggalkan meja perundingan dengan Amerika di Buergenstock Swiss pada Senin 22 Juni 2026.
Abbas Araghchi selaku Menteri Luar Negeri Iran yang ikut dalam pembicaraan damai tersebut hanya beberapa saat memasuki ruangan yang telah disiapkankan.
Dalam pembicaraan yang dimediatori oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Abbas dan rombongan meninggalkan acara dan kembali ke Iran.
Dari informasi yang beredar, dikatakan bahwa delegasi Iran meninggalkan ruangan karena tersinggung akan pernyataan Presiden Amerika Donald Trump bernada ancaman.
BACA JUGA:Iran Pasang Syarat Keras! Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Lagi Sebelum Dua Tuntutan Ini Dipenuhi
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Trump di akun Truth-nya yang menuliskan agar Iran segera menghentikannya proksi-nya.
“Iran harus segera menghentikan PROKSI mereka yang dibayar mahal di Lebanon dari menimbulkan masalah,” tulis Trump di media sosial.
“Jika tidak, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan minggu lalu, hanya lebih keras!!!” tegasnya.
Akibat pernyataan Trump ini, delegasi Iran langsung angkat kaki dari meja perundingan dan meninggalkan Wakil Presiden Amerika JD Vance begitu saja.
BACA JUGA:Hasil Grup G Piala Dunia 2026: Iran Tahan Belgia 0-0, Team Melli Puncaki Klasemen
Ketua Delegasi Parlemen dan Negosiasi Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah pada ancaman.
"Apakah mereka tidak mempertimbangkan bahwa jika ancaman mereka berhasil, mereka tidak akan berada dalam situasi putus asa seperti sekarang. Kami tidak menganggap serius ancaman Amerika,” tegasnya.
Ghalibaf menyatakan bahwa para pejabat Amerika harus memperhatikan pernyataan mereka.
Selain itu Ghalibaf juga menegaskan jika Angkatan Bersenjata Iran siap menanggapi ancaman dengan cara yang berbeda.
Sebelum delegasi Iran meninggalkan meja perundingan, kedua belah pihak sempat melakukan pembicaraan terkait gencatan senjata selama 60 hari.
- 1
- 2
- »





