Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya dapat mengambil alih Selat Hormuz dan mengenakan tarif bagi kapal yang melintas jika diperlukan untuk menjamin keamanan jalur pelayaran strategis tersebut.
Trump Ancam Kenakan Tarif Lintas Selat HormuzPernyataan itu disampaikan Trump pada Minggu (21/6) di tengah berlangsungnya perundingan teknis antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Qatar dan Pakistan di Swiss.
“Kami mungkin akan mengambil alih selat itu jika perlu,” kata Trump seperti dikutip Fox News.
Trump menambahkan, “Jika mereka tidak membuat kesepakatan, kami akan mengenakan tarif lintas.”
Menurut Trump, dalam skenario tersebut Amerika Serikat akan mengambil 20 persen dari minyak yang diangkut melalui Selat Hormuz.
Sebelumnya, pada Sabtu (20/6), Trump juga menyampaikan kemungkinan penerapan biaya lintas di Selat Hormuz sebagai imbalan atas jasa yang diberikan Amerika Serikat serta untuk menutup biaya operasional yang telah dikeluarkan.
Selat Hormuz Jadi Sorotan Perundingan Iran-ASPernyataan Trump muncul ketika hubungan Washington dan Teheran masih menjadi perhatian internasional.
Perundingan tingkat teknis antara Iran dan Amerika Serikat berlangsung secara tertutup di Swiss dengan mediasi Pakistan dan Qatar.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran penting bagi distribusi minyak dunia dan menjadi salah satu titik strategis yang kerap memicu ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Memorandum Damai Sudah DitandatanganiPada 18 Juni 2026, Iran dan Amerika Serikat dilaporkan menandatangani memorandum secara elektronik untuk mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Dokumen tersebut juga memuat tenggat waktu bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade laut terhadap pelabuhan Iran.
Selain itu, memorandum tersebut mengatur batas waktu bagi Iran untuk memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Perkembangan terbaru ini menambah dinamika hubungan kedua negara di tengah upaya mencapai kesepakatan damai yang lebih komprehensif.




