Asap Hitam Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang Masih Membumbung Tinggi hingga Senin Pagi

kompas.com
13 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG, KOMPAS.com - Asap hitam pekat masih terlihat membumbung dari lokasi kebakaran pabrik sandal di Kota Tangerang, Banten, hingga Senin (22/6/2026) pagi.

Kebakaran diketahui terjadi sejak Minggu (21/6/2026) malam.

Dari pengamatan Kompas.com di lokasi sekitar pukul 08.45 WIB, asap tebal terus naik tinggi dan terbawa angin ke arah permukiman warga yang berada di belakang area pabrik.

Baca juga: HUT Ke-499 Jakarta, Momentum Bangun Budaya Cegah Kebakaran

Sejumlah warga tampak berkumpul sambil memandangi kepulan asap yang belum juga mereda.

Sebagian di antaranya terlihat menggunakan masker karena bau menyengat yang terbawa angin.

"Asepnya makin parah, bau karet ini," keluh salah seorang warga mengenai kondisi asap kebakaran yang belum juga selesai.

Baca juga: 9 Jam Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang Belum Padam, 95 Petugas Masih Berjibaku

Saat Kompas.com mencoba mendekat ke area pabrik, petugas Dinas Kesehatan langsung membagikan masker kepada warga dan awak media karena intensitas asap yang cukup tebal.

Ketika angin bertiup kencang, asap hitam terlihat turun rendah hingga menutupi sebagian area sekitar pabrik.

Rafli (30), salah seorang pekerja di sekitar lokasi kebakaran, mengatakan warga mulai mengeluhkan dampak asap yang mengarah ke permukiman.

Baca juga: Apa Jurus Pemerintah Hadapi Kebakaran Hutan dan Lahan 2026-2027?

"Ya jadi sangat mengganggu. Tadi aja banyak warga yang ngeluh sih, pada sesak napas gitu. Soalnya sesak juga gitu. Asep karet ini," ucap dia saat diwawancarai Kompas.com, Senin.

Menurut Rafli, dampak asap semakin terasa dalam beberapa jam terakhir akibat perubahan arah dan kekuatan angin yang membawa asap ke area permukiman.

"Kalau tadi malam cenderung dia kan anginnya nggak sebesar sekarang. Anginnya masih ke atas. Dampak asap, ya sekarang, jam-jam ini. Soalnya dia anginnya rendah. Jadi ke mana-mana gitu," ujar Rafli.

Baca juga: Gibran Kunjungi SD di Gorontalo, Tinjau Sisa Kerusakan Kebakaran 2022

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sementara itu, Sunaryo (45), pekerja lainnya di sekitar lokasi, menyebut warga sempat panik melihat besarnya api saat kebakaran terjadi.

"Karena saking gedenya api. Itu kalau lihat itu kayak gimana ya, bener-bener api itu sampai 100 meter ke atas itu apinya. Sama tangki-tangki kimia yang di drum pada meledak," jelas dia kepada Kompas.com, Senin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berapa Lama Masa Berlaku NIB? Ini Jawabannya
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jadi Kejutan Terbesar Piala Dunia, Pelatih Tanjung Verde Kini Sudah Berani Bidik Tiket 32 Besar
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Cara Stop Menjadi Orang yang Nggak Enakan saat Kamu Menetapkan Batasan
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pusat Militer AS Diserang Wabah Flu, Ratusan Tentara Tumbang di Tengah Keputusan Vaksin hanya Opsional
• 2 jam laludisway.id
thumb
Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis Bagi Murid yang Langgar 3 Aturan Ini, Sang Gubernur: Tidak Tawuran!
• 17 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.