Setelah EV, Uni Eropa Berencana Incar PHEV Cina dengan Tarif Baru

bisnis.com
15 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Uni Eropa tengah menyiapkan aturan tarif baru yang menyasar kendaraan hibrida plug-in (Plug-in Hybrid Electric Vehicle/PHEV) buatan Cina demi membendung banjir impor kendaraan murah ke pasar Benua Biru.

Sebelumnya, Eropa juga menerapkan kebijakan tarif serupa pada kendaraan listrik berbasis baterai murni hingga memicu produsen otomotif Tiongkok mengalihkan strategi penjualan mereka ke segmen mobil hibrida yang dilengkapi tangki bahan bakar.

Ketika Uni Eropa menerapkan kebijakan tarif kendaraan listrik pada akhir 2024 guna menghambat masuknya mobil impor murah dari Cina ke wilayahnya, produsen otomotif Tiongkok beralih menjual PHEV.

Berdasarkan laporanCarscoops, Senin (22/6/2026) penjualan kendaraan hibrida merek Cina di Eropa melonjak tajam sejak saat itu. Celah regulasi tersebut kini mulai direspons oleh otoritas perdagangan regional.

Surat kabar bisnis Jerman, Handelsblatt, mewartakan Uni Eropa sedang menyiapkan kebijakan perdagangan baru yang ditujukan pada PHEV buatan Cina.

Langkah ini dinilai akan memperluas perang tarif di luar kendaraan listrik murni dan menutup apa yang sekarang dilihat sebagai celah oleh banyak produsen otomotif Eropa.

Baca Juga

  • Limbah Jadi Cuan, BPDP-Asosasi Petani Sawit Ekspor 28 Ton Lidi ke China
  • China Mobile hingga China Telecom Rilis Layanan SMS Darurat via Satelit BeiDou
  • Purbaya Pamer Dapat Dukungan Menkeu China hingga PBOC untuk Emisi Panda Bond

Kecepatan manuver para pabrikan Tiongkok dalam membaca peta regulasi di Eropa diakui oleh internal industri.

Seorang eksekutif industri mengatakan kepada Handelsblatt produsen Cina telah dengan cepat melihat celah tersebut dan memanfaatkannya. Menurut dia, "celah terbuka" itu harus ditutup oleh Uni Eropa.

Peningkatan penjualan mobil varian PHEV buatan produsen Cina memicu kekhawatiran mendalam bagi perusahaan otomotif di Eropa. Berdasarkan data registrasi, angka pemesanan PHEV milik BYD di Eropa meningkat jauh lebih cepat dibandingkan dengan penjualan kendaraan listrik murni mereka sepanjang tahun ini.

Kondisi serupa terjadi pada Chery yang telah mengirim puluhan ribu unit PHEV ke Eropa, sementara hanya sebagian kecil dari total pengiriman tersebut yang berupa kendaraan listrik berbasis baterai. Tren ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi produsen otomotif Eropa yang sudah kesulitan mempertahankan pangsa pasar dari serbuan industri otomotif Cina.

Saat ini, pabrikan Tiongkok sukses memasok satu dari setiap sepuluh mobil baru yang dijual di Eropa.

Usul penerapan aturan tarif baru untuk mengekang ekspansi produsen kendaraan Cina di Eropa dilaporkan masih dalam tahap pembahasan intensif. Jika usulan tersebut disetujui oleh negara-negara anggota, aturan tarif baru ini berpeluang besar diberlakukan dalam beberapa bulan mendatang.

Meskipun demikian, tidak semua pihak yakin langkah agresif ini akan dapat sepenuhnya mengekang ekspansi produsen mobil Cina di pasar Eropa. Analis UBS, Patrick Hummel, berpendapat pengenaan tarif tambahan kemungkinan tidak akan sepenuhnya menggagalkan rencana ekspansi Cina, karena margin keuntungan di Eropa masih sangat menarik.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap tekanan regulasi, banyak produsen otomotif Tiongkok mulai memindahkan fasilitas produksi mereka ke tempat yang lebih dekat dengan konsumen Eropa. Beberapa di antaranya memanfaatkan pabrik yang kurang dimanfaatkan milik perusahaan mapan seperti Nissan, atau merencanakan pembangunan pabrik lokal baru guna menghindari hambatan tarif di masa depan.

Pada saat yang sama, penerimaan dan minat konsumen di Eropa terhadap mobil merek Cina terus meningkat. Kondisi pasar ini bertahan meskipun pemerintah setempat kini jauh lebih terbuka dalam menjalankan langkah-langkah perdagangan yang lebih keras guna mengatasi kekhawatiran tentang daya saing industri domestik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Modal Nol, Nirin Dibantu BRI Kini Jadi Penggerak Usaha Ayam Petelur
• 3 jam laludetik.com
thumb
DSLNG selamatkan ekosistem pesisir lewat aksi tanam mangrove
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Siswi SMA di Jaksel Tewas usai Motor Tersangkut Kabel: Kronologi-Tanggapan Gubernur Pramono
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Dokter Tifa Tak Ditahan! Ucapkan Terima Kasih ke Presiden Prabowo: Keadilan Tidak Mati
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Cuaca Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Hari Ini Senin 22 Juni 2026
• 20 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.