Pasokan Batu Bara PLTU Kembali Lancar, Suplai Listrik di Jawa Berangsur Pulih

bisnis.com
15 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT PLN (Persero) mengklaim kondisi pasokan energi primer batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa mulai kembali normal.

Perbaikan pasokan tersebut disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong pemulihan sistem kelistrikan. Dengan begitu, pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berangsur dapat diminimalisir.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, perseroan saat ini terus memantau kondisi sistem kelistrikan Jawa secara intensif dari Unit Pusat Pengatur Beban (UP2B) di Cinere, Jawa Barat. Menurutnya, pasokan energi primer yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan pembangkit kini telah mengalir dengan lancar.

“Pasokan energi primer yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh pembangkit kami berjalan dengan lancar. Upaya penguatan pembangkit juga berjalan dengan baik,” ujar Darmawan dalam keterangannya, Minggu (22/6/2026) malam.

Dia menjelaskan, sistem kelistrikan Jawa sebelumnya menghadapi tekanan setelah dua pembangkit milik produsen listrik swasta atau independent power producer (IPP) mengalami gangguan teknis dan keluar dari sistem pada pekan lalu.

Merespons kondisi tersebut, PLN bersama pengelola pembangkit langsung melakukan perbaikan guna mengembalikan kapasitas pembangkitan yang hilang. Hasilnya, salah satu pembangkit yang sebelumnya mengalami gangguan telah berhasil dipulihkan dan kembali terhubung ke sistem kelistrikan Jawa.

Menurut Darmawan, pembangkit tersebut telah sinkron dengan jaringan listrik Jawa sejak Minggu (21/6/2026) pukul 18.00 WIB dan mulai memasok daya guna meningkatkan keandalan sistem.

“Pada malam ini kami menyampaikan kabar yang baik, salah satu pembangkit berhasil dipulihkan dan tadi pukul 18.00 sudah sinkron dengan sistem kelistrikan Pulau Jawa dan mulai memasok listrik untuk menambah keandalan sistem kelistrikan,” katanya.

Dengan masuknya kembali pasokan listrik dari pembangkit tersebut serta membaiknya pasokan energi primer, PLN menyatakan pemadaman listrik bergilir yang sempat dilakukan untuk menjaga keseimbangan sistem kini mulai berkurang.

“Untuk itu pemadaman bergilir yang terjadi di minggu lalu hari ini sudah berhasil diminimalisir,” ujarnya.

Meski demikian, PLN masih terus melakukan pemantauan dan penguatan sistem secara berkelanjutan. Perseroan juga mengaku tengah memperbaiki tata kelola rantai pasok energi primer sekaligus meningkatkan kesiapan pembangkit guna menjaga keandalan pasokan listrik di Pulau Jawa.

Darmawan mengatakan, seluruh jajaran PLN saat ini bekerja penuh selama 24 jam untuk memastikan proses pemulihan berjalan sesuai rencana.

“Kami terus memonitor upaya perbaikan sistem kelistrikan Pulau Jawa 24 jam, 7 hari seminggu secara terus-menerus. Kami juga mengupayakan perbaikan tata kelola rantai pasok energi primer dan penguatan pembangkitan,” katanya.

Sebelumnya, pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah di Jawa. Pemadaman tak lepas dari gangguan pada dua pembangkit besar di wilayah itu. Namun, PLN tak mengungkap pembangkit mana yang dimaksud.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto menuturkan, sejatinya sistem kelistrikan Jawa saat ini beroperasi dan terkendali secara baik.

Namun demikian, untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah.

"Langkah tersebut dilakukan karena terdapat kendala teknis operasional pembangkit serta ada dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan sehingga tidak beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik," tutur Gregorius dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).

PLN, kata dia, terus bekerja sama melakukan percepatan pemulihan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem.

Baca Juga

  • PLN Memastikan PLTU Jumbo di Jawa Mulai Terpasok Batu Bara Medium
  • Bos Cirebon Power Curhat Pasokan Batu Bara untuk PLTU Turun
  • ESDM Cari Tambahan 20 Juta Ton Batu Bara untuk PLTU PLN

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Danantara hingga Kemenkeu Diberi Wewenang Pegang Saham Bursa Efek Indonesia
• 13 jam lalukompas.id
thumb
Forum Mahasiswa Teknik Tambang Kunjungi Harian Fajar, Pelajari Proses Produksi Berita
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Daftar Promo dalam Rangka HUT Jakarta ke-499
• 21 jam lalubeautynesia.id
thumb
Mendagri Sebut Presiden Prabowo Peduli Kebutuhan Dasar, Dorong Program Bedah Rumah di Papua
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Update Harga Pangan 22 Juni 2026: Bawang Merah Turun ke Rp53.650, Cabai Rawit Merah Naik
• 17 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.