PDIP ke NasDem-Demokrat: Urus Partai Sendiri yang Sedang Digerogoti

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, merespons keras pernyataan NasDem dan Demokrat yang mempersoalkan posisi politik PDIP. Ia justru membalik serangan dengan menyindir kondisi internal kedua partai tersebut.

“Saya sarankan partai-partai seperti NasDem dan Demokrat fokus mengurus partainya sendiri yang sedang digerogoti. Jangan sampai nanti kalah oleh partai pendatang baru. Lebih baik perbaiki kinerja menteri-menteri mereka di kabinet daripada sibuk menggurui partai lain,” ujar Deddy dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (22/6).

Deddy menilai sikap koalisi yang mempersoalkan posisi PDIP adalah hal yang tidak berhak dan tidak etis. Ia mempertanyakan motif di balik kekhawatiran partai-partai koalisi terhadap PDIP.

"Ini bukan sikap ambigu. PDI Perjuangan konsisten menjalankan mandat Rakernas. Justru saya bertanya, mengapa partai-partai ini begitu khawatir dengan keberadaan kami? Apakah karena kurang percaya diri atau ada kegalauan internal koalisi sehingga mencari kambing hitam?" ujarnya.

Deddy juga menyarankan partai-partai yang tidak nyaman dengan situasi politik saat ini untuk keluar dari pemerintahan ketimbang terus menyeret PDIP dalam polemik politik.

"Jika ada partai yang tidak nyaman dengan situasi politik saat ini, silakan keluar dari pemerintahan. Tidak perlu membuat isu aneh dan menyeret-nyeret PDI Perjuangan. Ini bukan cara berpolitik yang elegan," ujarnya.

Menurut Deddy, perhatian partai-partai koalisi seharusnya diarahkan pada penyelesaian berbagai persoalan masyarakat yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.

"Urusan rakyat sangat banyak dan maha penting, listrik, BBM, perburuhan, bansos, UMKM, koperasi, perkebunan, infrastruktur, pangan, ekonomi, perdagangan. Konsentrasilah di sana. PDI Perjuangan juga ingin pemerintahan berhasil dan menyelesaikan mandatnya sesuai konstitusi," katanya.

Ia pun mengingatkan bahwa masyarakat lebih membutuhkan kerja nyata dibandingkan polemik politik yang berkepanjangan.

“Rakyat ingin melihat partai-partai bekerja, bukan sibuk membuat gaduh. Pemilu masih sangat jauh. Fokuslah perbaiki mana yang kurang. Jangan cari kambing hitam untuk kegalauan kalian. Kalau mau cari kurban, ya pas lebaran kemarin," kata Deddy.

Lebih lanjut, Deddy menegaskan bahwa PDI Perjuangan akan tetap tegak pada pendiriannya sebagai penyeimbang yang konstruktif.

“PDI Perjuangan tegak pada pendirian kami: menjadi penyeimbang yang konstruktif, mengkritik dengan bertanggung jawab, dan tetap mengawal agar pemerintahan berjalan sesuai konstitusi,” ujarnya.

“Itu adalah amanah yang tidak akan kami tinggalkan,” tutupnya.

Sebelumnya, Bendahara Umum NasDem, Ahmad Sahroni, menyebut PDIP harus bersikap tegas jika mengambil posisi di luar pemerintahan.

“Gini lho. Jadi kalau PDIP gentle, ya harus beroposisi. Jangan cuman mau senangnya aja, tapi pada saat susah enggak mau gitu,” kata Sahroni di Jakarta, Jumat (19/6).

Wakil Ketua Komisi III DPR itu menegaskan PDIP harus konsisten dengan pilihannya. “Nah, kita pengin berharap PDIP melakukan oposisi secara total,” katanya.

Sahroni juga meminta PDIP tidak bermain di dua sisi. “Jangan anggap jadi mainan seolah-olah mendukung, tapi pada saat posisi pemerintah lagi susah, dia libas pemerintah gitu,” kata Sahroni.

Selain itu, Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, turut mempertanyakan kejelasan posisi PDIP di hadapan publik.

“Sebenarnya ini mendukung pemerintah atau di luar pemerintahan. Nah kira-kira seperti itu. Ini kan harus ada ketegasannya aja gitu yang kita butuhkan dalam keseharian juga seperti itu gitu. Nah kita belum melihat ya dalam komunikasinya, dalam implementasinya,” kata Herzaky saat ditemui di Jakarta, Sabtu (20/6).

Herzaky membandingkan situasi itu dengan pengalaman Demokrat saat berada di luar pemerintahan.

“Ketika kami berada di luar ya kami menyampaikan kami memang di luar, ada kritik kami kritik dengan tegas, kritik dengan jelas, kan begitu. Seperti itulah kita berbicara sebagai penyeimbang,” tuturnya.

Ia juga menyoroti kaburnya peta koalisi di mata publik.

“Tapi hari ini kan masyarakat tidak bisa melihat dengan jelas nih sebenarnya hari ini yang di pemerintahan siapa, kemudian penyeimbangnya yang mana nih sebenarnya gitu,” pungkas Herzaky.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ary Ginanjar Siapkan Akses TalentDNA Gratis dan Beasiswa untuk Siswa Sekolah Rakyat
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Jelang Tur Fan Meeting, Byeon Woo Seok Luncurkan Official Lightstick Pertamanya
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Hasil Sidang Komdis PSSI: Persija Didenda Rp485 Juta, Persib Rp250 Juta
• 8 jam lalubola.com
thumb
Pasokan Batu Bara PLTU Lancar, PLN Janji Sistem Kelistrikan Jawa Membaik
• 9 jam lalumatamata.com
thumb
Purbaya Estimasi Anggaran TKD 2027 Naik hingga Rp90 triliun
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.