BOGOR, KOMPAS.com - Sejumlah pengusaha di Bogor, Jawa Barat, mengeluhkan kerugian selama pemadaman listrik.
Salah satu pengusaha, Haidhar Wurjanto mengungkapkan, sejumlah bisnis yang dia miliki mengalami kerugian akibat pemadaman listrik pada Sabtu (20/6/2026).
"Yes, sebenarnya kan hitungan saya, saya kan ada beberapa usaha restoran kan. Dari Samuda, Paddle Life, Es Teh Special Tea, Raindeer," kata Haidhar saat dihubungi Kompas.com, pada Minggu (21/6/2026).
Baca juga: PLN Batalkan Pemadaman Listrik di Bogor Hari Ini, Pasokan Dinyatakan Aman
Pemadaman listrik terjadi pada prime time restoran yakni pukul 13.00 WIB sampai 15.00 WIB.
Pada waktu tersebut, seharusnya dia dapat mengantongi keuntungan dari para pelanggan yang datang dari beberapa restorannya.
Namun, adanya pemadaman listrik, membuat calon pelanggan mengurungkan niatnya untuk mengunjungi restoran.
"Pasti kan satpam harus ceritain ke mereka (pelanggan) 'ini lagi mati lampu, mungkin datang kembali lagi ke sini'. Apakah masih mau datang? Pasti sebagai customer, 'oh, lagi mati lampu nih, enggak ah' gitu kan. Jadi opportunity cost-nya itu yang sampai puluhan juta," ujarnya.
Saat pemadaman terjadi, Haidhar sedang berada di salah satu restoran miliknya yakni Samuda di Jalan Achmad Adnawijaya.
Ketika mengalami pemadaman, ia meminta timnya untuk memeriksa dampak dari kondisi pemadaman listrik pada Sabtu siang itu.
Dari hasil pemeriksaan timnya, didapati sepanjang Jalan Pandu Raya mengalami pemadaman listrik di waktu yang sama.
Baca juga: Lagi-lagi Listrik Padam di Bekasi, Pedagang Merugi
Ia memastikan kembali kepada timnya terkait informasi pemadaman listrik yang terjadi.
"Dan saya juga cross check ke tim, 'ini sebelumnya ada informasi enggak?' gitu. 'Oh, enggak ada, Pak,' gitu," kata dia.
Pasalnya, restoran di Jalan Achmad Adnawijaya itu sedang ada pelanggan dan ramai saat weekend.
Haidhar mengaku, restoran yang baru dibuka saat Mei itu belum memiliki genset.