TABLOIDBINTANG.COM - Grup vokal Duo Antonia resmi memulai langkahnya di industri musik Indonesia dengan merilis mini album bertajuk Suara Hati. Album berisi enam lagu tersebut menjadi penanda perjalanan musikal yang lahir dari pengalaman hidup, harapan, dan keberanian untuk memulai lembaran baru.
Di balik terbentuknya Duo Antonia terdapat sosok Dona Antonia, pencipta lagu sekaligus komposer yang pernah berjuang melawan kanker payudara. Pengalaman tersebut menjadi titik balik yang mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan dan mendorongnya untuk mewujudkan mimpi di dunia musik.
Dona mengungkapkan bahwa ketertarikannya menulis lagu semakin besar setelah mendapat saran untuk rutin menulis jurnal ketika menjalani masa pengobatan pada 2023.
“Terbentuknya dari saya yang hobi menulis, namun 2023 saya didiagnosis kanker, saya disarankan juournaling sehingga menambah minat bikin lagu. Setelah sembuh, saya ingin membuat legacy dengan menghadirkan karya," ungkap Dona Antonia di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (21/6).
Baginya, Duo Antonia bukan sekadar proyek musik, melainkan wadah untuk menuangkan kisah tentang luka, harapan, hingga pengalaman hidup yang dekat dengan banyak orang.
Untuk menghidupkan setiap lagu, Dona menggandeng Eriska Millen atau Millen sebagai vokalis utama. Menurut Dona, karakter vokal Millen mampu menyampaikan emosi yang ingin ia hadirkan melalui setiap karya.
"Millen bisa menginterpretasikan lagu yang saya tulis. Saya story teller, Millen pada suara," jelas Dona Antonia.
Mengusung nuansa pop soulful, Duo Antonia menghadirkan lagu-lagu bertema cinta, kehilangan, harapan, dan proses menerima diri sendiri. Seluruh tema tersebut dirangkum dalam mini album Suara Hati, yang dipilih sebagai representasi berbagai pengalaman perempuan, termasuk perjalanan hidup Dona sendiri.
"Album ini tentang kejujuran, bertahan akan cinta, dan tentang harapan," ucap Dona Antonia.
Dari enam lagu yang dirilis, Bukan Denganku dipilih sebagai fokus utama. Lagu yang diproduseri Bebi Romeo itu berkisah tentang perempuan yang memilih meninggalkan hubungan yang tidak sehat. Selain itu, ada pula lagu Saat Kau Pergi yang mengangkat kisah penyesalan setelah kehilangan orang terkasih.
Dona mengaku sengaja menggandeng Bebi Romeo karena rekam jejaknya dalam menciptakan lagu-lagu populer yang sarat emosi.
"Kenapa kami memilih Bebi Romeo? Karena beliau sudah menghasilkan lagu-lagu hit. Bebi Romeo juga bisa memberikan rasa pada lagu," ucap Dona Antonia.
Sementara itu, lagu Asalkan Ku Bisa menceritakan sosok perempuan yang bertahan meski disakiti pasangannya, sedangkan Biarkanlah Aku Pergi mengangkat cerita tentang keinginan keluar dari hubungan cinta segitiga.
Bagi Dona, kehadiran album Suara Hati memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar debut di industri musik.
“Bagi saya, ini bukan sekadar karya musik, Suara Hati merupakan simbol keberanian Perempuan untuk akhirnya mendengarkan suara hatinya sendiri, memilih untuk melangkah, berkarya, dan hidup melalui musik,” tambah Dona Antonia.
Mini album Suara Hati telah dirilis di bawah naungan label Alunan Musik Abadi dan kini sudah tersedia di berbagai platform musik digital. Founder Alunan Musik Abadi, Agung, optimistis Duo Antonia memiliki karakter musik yang mampu menarik perhatian penikmat musik Indonesia.
"Kami percaya Duo Antonia punya rasa dan ciri khas tersendiri," tutup Agung.




