Pantau - Kementerian Agama bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI yang akan berlangsung di Semarang pada September 2026 dengan target sukses penyelenggaraan, prestasi, administrasi, dan seluruh aspek pelaksanaan.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad mengatakan MTQ nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat syiar Al Quran sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai kitab suci.
“Kami berharap MTQ Nasional di Jawa Tengah dapat berjalan dengan baik, sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, dan sukses dalam seluruh aspek pelaksanaannya,” ungkap Abu Rokhmad.
MTQ Jadi Sarana Membangun Generasi QuraniAbu Rokhmad menjelaskan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana membangun generasi Qurani dan mengaktualisasikan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.
“MTQ Nasional ini adalah perlombaan yang betul-betul dilaksanakan secara objektif. Bahkan pada cabang tilawah, masyarakat awam pun dapat menilai dan merasakan kualitas performa peserta yang tampil,” ujarnya.
Ia juga meminta pelaksanaan training center (TC) peserta dilakukan lebih intensif dan berkelanjutan dengan dukungan pemantauan kesehatan secara berkala.
“Kalau memungkinkan, training center dilakukan lebih intensif lagi. Kesehatan peserta juga harus dipantau dengan baik. Intinya adalah latihan yang terus-menerus dan berkesinambungan,” katanya.
Panitia Diminta Perkuat Koordinasi dan PelayananAbu Rokhmad mengibaratkan MTQ sebagai kompetisi besar yang membutuhkan strategi matang serta pemetaan potensi peserta secara cermat untuk meraih hasil maksimal.
“Saya berulang-ulang menyampaikan bahwa kita harus jeli dan melihat MTQ ini seperti Piala Dunia. Coach harus mampu melihat cabang mana yang berpotensi menghasilkan medali. Mulai sekarang harus ada target-target yang realistis untuk dicapai,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasubdit Lembaga Tilawah dan MTQ Kementerian Agama Rijal Ahmad Rangkuty menekankan pentingnya sinkronisasi antara panitia pusat dan daerah, terutama dalam pelaksanaan tugas panitera dan master of ceremony (MC).
“Panitera memiliki peran krusial untuk memastikan kesesuaian antara peserta yang tampil dengan nomor urutnya. Oleh karena itu, kita akan sinkronkan panitia pusat dan provinsi melalui rapat pertemuan khusus antara panitera dan MC,” ujarnya.
Selain itu, panitia diminta memastikan pelayanan tamu, pendampingan liaison officer (LO), serta kesiapan venue berjalan optimal agar seluruh rangkaian MTQ Nasional XXXI dapat berlangsung lancar.




