Harga CPO Naik ke Level Tertinggi 1,5 Bulan

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak sawit mentah (CPO) naik dua hari berturut-turut pada Senin (22/6/2026) dan mencapai level tertinggi dalam satu setengah bulan.

Harga CPO Naik ke Level Tertinggi 1,5 Bulan. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) naik dua hari berturut-turut pada Senin (22/6/2026) dan mencapai level tertinggi dalam satu setengah bulan.

Kenaikan ini didukung oleh penguatan harga minyak nabati di bursa Dalian dan Chicago serta pelemahan ringgit, meski penguatan harga minyak mentah membatasi kenaikan.

Baca Juga:
PSKT Rombak Total Pengurus, Fokus Perkuat Transformasi dan Tata Kelola

Kontrak minyak sawit acuan untuk pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives naik 0,67 persen menjadi 4.677 ringgit Malaysia per ton pada pukul 14.53 WIB.

Kontrak tersebut sempat menyentuh 4.692 ringgit dalam perdagangan awal, level tertinggi sejak 6 Mei, sebelum memangkas sebagian kenaikannya.

Baca Juga:
Prajogo Punya Saham Prodia (PRDA), Chandra Asri (TPIA) Klaim Hanya Investasi Jangka Pendek

"Minyak sawit menguat karena pelemahan ringgit dan dukungan dari minyak kedelai Chicago, tetapi kenaikan terbatas akibat pelemahan harga minyak mentah," ujar seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur, dikutip Reuters.

Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 0,72 persen. Sementara itu, kontrak minyak sawit di Dalian Commodity Exchange menguat 0,53 persen, sedangkan kontrak minyak kedelai yang paling aktif diperdagangkan naik tipis 0,01 persen.

Baca Juga:
Saraswanti (SAMF) Tebar Dividen Rp10,5 per Saham, Setengah Laba Bersih 

Pergerakan harga minyak sawit mengikuti harga minyak nabati pesaingnya karena komoditas ini bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar dalam industri minyak nabati global.

Ringgit Malaysia, mata uang perdagangan minyak sawit, melemah 0,39 persen terhadap dolar AS.

Kondisi ini membuat komoditas tersebut lebih menarik bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.

Ekspor produk minyak sawit Malaysia periode 1-20 Juni meningkat 19,1 persen menjadi 907.067 ton dibandingkan bulan sebelumnya, berdasarkan data perusahaan survei kargo Intertek Testing Services.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent turun sekitar 2 persen setelah perundingan Amerika Serikat (AS) dan Iran di Swiss berakhir.

Teheran menyatakan telah memperoleh pengecualian untuk ekspor minyak dan petrokimia, sehingga meredakan kekhawatiran mengenai potensi kekurangan pasokan minyak global.

Penurunan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Olivia Rodrigo Ungkap Ada Penggemar yang Rela Pakai Popok demi Stay di Front Row
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Ibu Tiri dan Ayah jadi Tersangka Penganiayaan Bocah 9 Tahun di Batam
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Kemensos-Pemkab Bener Meriah Mematangkan Sekolah Rakyat dan Lanjut Bansos Jadup
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenko Perekonomian Tegaskan Tak Ada Kompensasi Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kremlin: Mundurnya Starmer Tak Akan Perbaiki Hubungan Rusia-Inggris
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.