Ustaz Faizar Rukiah Rumah Terbakar Misterius di Sleman, Ditemukan Keris

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

Ustaz Muhammad Faizar dari Purwokerto, Jawa Tengah, mendatangi dan melakukan rukiah di rumah yang mengalami 126 kali kebakaran misterius di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. DIY .

Faizar adalah pendakwah muda yang terkenal dengan kepakarannya di bidang rukiah syariah dan pengobatan Islami (Thibbun Nabawi). Rukiah syariah adalah metode pengobatan dengan cara membacakan ayat-ayat Al-Quran dan doa-doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Faizar mengatakan, sejak awal ia sudah memperhatikan peristiwa aneh di rumah tersebut. Namun, dia tak terburu-buru dan mengedepankan mencari tahu penyebab logis di balik peristiwa kebakaran di rumah itu.

"Sebenarnya kalau saya memandang kasus-kasus kayak gitu selalu saya cari sebab-sebab logis dulu, ya. Terutama kalau yang kemarin kita ke sana itu kan karena sudah ada penelitian dari UGM dan UPN sekaligus Gegana. Terus yang terakhir itu tidak ditemukan gas alam," kata Ustaz Faizar melalui sambungan telepon, Senin (22/6).

Selain tidak ditemukan gas alam, penyebab pemantik kebakaran juga belum diketahui.

"Waktu kami ke sana sih sebenarnya karena kami perukiah ya, jadi kita hanya berdoa dan merukiah rumahnya," kata Faizar.

Faizar mengatakan kedatangannya hanya ingin membantu keluarga Mutviana, pemilik rumah, dengan cara melakukan rukiah sesuai ajaran Islam.

"Kita pakai bacaan Al-Quran," kata Faizar yang memiliki lebih 3 juta subscriber di YouTube ini.

Diduga Ada Gangguan Metafisik pada Salah Satu Anggota Keluarga

Faizar bercerita, saat melakukan rukiah di rumah tersebut dan naik ke lantai dua, salah satu anggota keluarga, yakni Mutviana, mendadak merasa pusing.

"Lemes, terus kesurupan gitu. Jadi saya bikin statement itu bukan apinya yang fixed karena sihir, tapi indikasi kuatnya itu ada gangguan metafisik pada salah satu anggota keluarganya," katanya.

Saat kesurupan terjadi, muncul pula gerakan yang menyerupai ular.

"Kalau saya lihat dari sudut pandang psikologi, kebetulan mbak ini kalau dilihat dari (gerakan) ular, itu manifestasi alam bawah sadar beliau," katanya.

Menurutnya, ular cenderung menyimpan endapan emosi negatif yang sudah sangat lama atau disregulasi emosi negatif.

"Ada miskomunikasi barangkali sama orang gitu, sama keluarganya, itu bisa dari situ," ujarnya.

Namun, dia tidak menutup kemungkinan adanya jin yang mengganggu.

"Kita memang nggak sempat mengobservasi lebih lanjut, karena memang waktu itu kan tujuan kita memang menjenguk dan merukiah rumah," ujarnya.

Berdasarkan riwayat, menurut orang tua Mutviana, pada 2021 anaknya itu sempat mengalami kesurupan di lantai atas yang saat itu masih menjadi kafe.

Lanjutnya, saat sesi rukiah, Faizar merasakan hawa panas di rumah tersebut.

"Kalau saya sih mikir, ah barangkali karena cuaca Yogya ya yang memang panas saat itu," ujarnya.

Faizar berencana kembali ke Seyegan untuk melakukan rukiah lanjutan. Dia mengatakan, setelah rukiah beberapa waktu lalu, kebakaran kembali terjadi sebanyak lima kali di rumah tersebut.

"Rencananya mau mendalami kasus yang kesurupan ini. Kira-kira karena apa, memang murni gangguan metafisik jin, atau mungkin ada gangguan selain itu dari jiwanya," ujarnya.

Masih Berharap Temuan Logis

Faizar mengatakan kehadirannya juga untuk melawan takhayul, bid'ah, dan khurafat (TBC) karena dia sempat mendengar kabar soal dugaan adanya masalah penumbalan.

"Anti-TBC, itu yang kami junjung tinggi," tuturnya.

Faizar juga masih berharap adanya temuan logis terkait rentetan kebakaran misterius di rumah tersebut.

"Masih berharap kalau misal ada temuan secara logis, ya secara saintifik, barangkali nanti bisa ditemukan sama polisi yang menanganinya atau barangkali sama tim dari kampus-kampus ternama di Yogya, itu malah alhamdulillah bisa ketahuan kira-kira api itu karena apa," tuturnya.

Temuan Keris

Saat itu, turut ditemukan sebuah keris di rumah tersebut. Berdasarkan ilmu rukiah yang dia pelajari di Mesir, benda-benda yang dijadikan sarana kesyirikan dapat menjadi celah setan untuk mengganggu.

"Salah satu maestro dunia tosan aji di Indonesia ya, yang daftarin keris ke UNESCO. Saya nanya ini ada nilai investasinya nggak gitu karena saya nggak mau gegabah ya," katanya.

"Makanya ketika beliau jawab ini bukan keris betulan, hanya keris owahan biasanya itu digunakan oleh para dukun. Nah, di situlah saya bilang ini lebih baik dihancurkan saja karena ini bukan ageman. Ini jimat masuknya gitu," tuturnya.

Keris tersebut diminta dihancurkan karena Faizar mengaku lebih ingin menyelamatkan akidah.

Kasus Diselidiki Polisi

Setelah peneliti menyimpulkan tidak ada gas alam dalam kebakaran misterius tersebut, Pemkab Sleman kemudian menyerahkan kasus itu ke Satreskrim Polresta Sleman.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan polisi.

"Terkait itu belum ada update lagi dari Satreskrim, jika ada informasi besok akan kami sampaikan," kata Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro, Senin (22/6).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa M 4,2 Terjadi di Buru Selatan Maluku
• 5 jam laludetik.com
thumb
Sekolah Swasta Semakin Diminati, Apa yang Kurang dari Sekolah Negeri?
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Tren Berburu Emas Menguat di Gelaran Jakarta Fair 2026
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dengan Nada Lirih, Ayah Korban Penyekapan di Bandung Sangat Berharap Pelaku Segera Ditangkap dan Dihukum
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Maksimalkan Kinerja SDM, SIG (SMGR) Andalkan Peran AI dan Analitik Data
• 8 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.