Terkini, Makassar — Kota Makassar kembali menegaskan posisinya sebagai gerbang Indonesia Timur dengan menjadi tuan rumah pelaksanaan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang berlangsung pada 23–25 Juni 2026.
Kegiatan yang digelar oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar ini akan menghadirkan sebanyak 28 negara.
Para peserta terdiri atas duta besar, kepala perwakilan diplomatik, konsul jenderal, pejabat kedutaan besar, organisasi internasional, hingga lembaga yang membidangi hubungan luar negeri dan investasi.
Kehadiran para delegasi tersebut menjadi momentum strategis bagi Kota Makassar untuk memperkenalkan potensi investasi, perdagangan, pariwisata, budaya, hingga produk ekspor unggulan kepada komunitas internasional.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan kepercayaan yang diberikan kepada Makassar sebagai tuan rumah IGS 2026 merupakan peluang besar untuk memperluas jejaring kerja sama global sekaligus memperkuat posisi kota ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
“Besok para tamu mulai berdatangan. Makassar merupakan gerbang Indonesia Timur yang memiliki posisi strategis. Melalui IGS 2026, kami ingin menunjukkan bahwa Makassar tidak hanya kaya budaya dan kuliner, tetapi juga memiliki daya saing ekonomi, sektor pariwisata yang berkembang, serta sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Munafri.
Menurutnya, selama pelaksanaan forum, para delegasi akan mengikuti berbagai agenda diplomatik, diskusi kebijakan, kunjungan lapangan, hingga sesi promosi investasi dan peluang kerja sama antarlembaga maupun antarnegara.
“Dengan berkumpulnya delegasi dari berbagai negara, Makassar kembali menegaskan posisinya sebagai kota yang inklusif, terbuka, dan memiliki daya saing global. Semangat kolaborasi, keberagaman budaya, serta keramahan masyarakat menjadi modal penting dalam memperkenalkan Makassar kepada dunia,” katanya.
Tawarkan Proyek Strategis dan Potensi Ekspor
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kota Makassar akan mempresentasikan sejumlah program prioritas yang membutuhkan dukungan investasi dan kemitraan internasional.
Salah satu proyek strategis yang akan diperkenalkan adalah pengembangan kawasan Stadion Sudiang yang saat ini tengah menjadi fokus pembangunan pemerintah kota.
“Kami telah melakukan berbagai pembenahan untuk mendukung pembangunan stadion selama satu tahun terakhir. Namun, untuk pengembangan kawasan di sekitarnya, kami masih membutuhkan dukungan investasi dan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk investor maupun mitra luar negeri,” jelas Munafri.
Selain proyek kawasan stadion, Pemkot Makassar juga akan mempromosikan berbagai komoditas ekspor unggulan yang telah melalui proses kurasi, seperti produk olahan hasil laut, produk turunan kopi, serta berbagai produk pangan dan rempah olahan yang memiliki daya saing di pasar internasional.
Menurut Munafri, seluruh potensi tersebut akan dipaparkan secara langsung kepada negara-negara sahabat dan calon investor yang hadir.
“Kami berharap setelah sesi presentasi berlangsung, perusahaan-perusahaan yang terlibat dapat melanjutkan diskusi dengan calon mitra dari berbagai negara sehingga menghasilkan kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi Kota Makassar dan para mitra yang terlibat,” ujarnya.
Diplomasi Kuliner Jadi Instrumen Hubungan Internasional
Sementara itu, Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Ani Nigeriawati, menegaskan bahwa gastrodiplomasi menjadi salah satu instrumen efektif dalam memperkuat hubungan antarnegara.
Menurutnya, makanan memiliki kekuatan untuk membangun kedekatan, mempererat persahabatan, serta mencairkan komunikasi dalam berbagai forum internasional.
“Melalui makanan, kita membangun kedekatan dan persahabatan. Banyak hal yang terkadang sulit dibahas di meja perundingan dapat menjadi lebih cair melalui pendekatan kuliner,” ujar Ani kepada awak media di Makassar, Senin 22 Juni 2026.
Ani menjelaskan bahwa program nasional Indonesia Spice Up the World terus berlanjut melalui program Rasa Rempah Indonesia yang bertujuan memperluas pasar produk rempah dan pangan olahan Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan restoran Indonesia di luar negeri.
Berdasarkan survei terbaru Kementerian Luar Negeri, saat ini terdapat sekitar 1.273 restoran Indonesia yang beroperasi di berbagai negara.
“Jumlah tersebut terdiri dari berbagai kategori, mulai rumah makan, restoran keluarga hingga layanan katering. Ini menunjukkan bahwa makanan Indonesia semakin dikenal dan diterima oleh masyarakat dunia,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa perkembangan tersebut turut didukung oleh promosi melalui media sosial dan para influencer kuliner internasional yang semakin aktif memperkenalkan makanan Indonesia kepada dunia.
Menurut catatan Kementerian Luar Negeri, sejumlah restoran Indonesia di luar negeri juga telah menyajikan kuliner khas Makassar, khususnya Coto Makassar.
“Kami berharap Makassar dapat mengambil peran lebih besar dalam perkembangan gastrodiplomasi Indonesia. Kuliner daerah seperti Coto Makassar memiliki potensi besar untuk semakin dikenal di pasar internasional,” katanya.
Buka Peluang Kolaborasi bagi Daerah di SulselKetua Panitia IGS 2026, Firman Hamid Pagarra, mengatakan forum ini juga menjadi kesempatan bagi pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan untuk memperkenalkan potensi unggulan daerah masing-masing kepada dunia internasional.
“Kami mengundang para kepala daerah dari berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan agar mereka dapat berinteraksi langsung dengan para perwakilan negara sahabat dan menyampaikan berbagai potensi unggulan daerah masing-masing,” ujarnya.
Firman menjelaskan bahwa IGS 2026 diharapkan menjadi pintu masuk lahirnya berbagai penjajakan kerja sama yang dapat ditindaklanjuti menjadi investasi maupun kolaborasi pembangunan di masa mendatang.
“Ketika pintu komunikasi dan kerja sama mulai terbuka, akan ada banyak peluang yang dapat dijajaki. Harapannya, forum ini menghasilkan manfaat nyata berupa perluasan jejaring internasional, penguatan kerja sama antardaerah dan antarnegara, serta peningkatan investasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan,” tutupnya.
Pelaksanaan IGS 2026 menjadi bukti semakin kuatnya posisi Makassar sebagai kota yang aktif membangun jejaring internasional melalui diplomasi, budaya, dan kuliner.
“Forum ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai kerja sama strategis yang mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah, peningkatan investasi, dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.




