Panitia dan Ajudan Danrem Pamungkas Damai dan Minta Maaf Terkait Keributan di Jogja Marathon

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Keributan yang sempat menyita perhatian publik dalam ajang Jogja Marathon akhirnya menemui titik terang.

Insiden yang melibatkan ajudan Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono dengan petugas pengawas lomba (marshal) dipastikan telah berakhir damai setelah kedua pihak duduk bersama melakukan mediasi.

Baca Juga :
Profil Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, Danrem Viral Dikawal Ajudan Tanpa BIB Saat Jogja Marathon
Heboh Video Jenderal Bintang Satu Adu Argumen dengan Marshal di Jogja Marathon, TNI AD Ungkap Faktanya

Kasus ini sebelumnya menjadi sorotan setelah video perdebatan di area lomba viral di media sosial (medsos). Dalam video tersebut, ajudan Danrem disebut dihentikan petugas karena tidak mengenakan nomor peserta atau BIB saat berada di lintasan lari menjelang garis finis.

Ramainya perbincangan di medsos mendorong pihak penyelenggara dan jajaran Korem 072/Pamungkas untuk segera melakukan klarifikasi. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat bahwa insiden tersebut dipicu kesalahpahaman yang terjadi di lapangan.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan proses mediasi berlangsung tidak lama setelah kegiatan marathon berakhir.

“Pihak panitia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas ketidaktahuan tim pengawas di lapangan. Sementara Dandrem juga memaklumi ketegasan petugas demi menegakkan aturan keselamatan event,” ujarnya kepada wartawan, Senin, 22 Juni 2026.

Menurut Donny, komunikasi yang terjalin setelah kejadian membuat persoalan tersebut tidak berlarut-larut.

“Kedua belah pihak sepakat bahwa insiden ini murni kesalahpahaman komunikasi di lapangan dan telah diselesaikan dengan penuh rasa kekeluargaan,” kata dia.

TNI AD menjelaskan, akar persoalan bermula ketika nomor peserta milik ajudan Danrem diduga terlepas saat berlari di lintasan yang padat. Kondisi itu kemudian memunculkan kecurigaan dari petugas yang bertugas melakukan pemeriksaan terhadap peserta dan orang yang berada di jalur lomba.

“Namun dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono terlibat perdebatan dengan marshal dalam ajang marathon di Yogyakarta.

Rekaman tersebut memicu berbagai reaksi publik dan menjadi perbincangan luas di dunia maya. Sorotan muncul setelah beredar narasi yang menyebut ajudan Brigjen Yuniar berada di lintasan lomba tanpa mengenakan nomor peserta atau BIB.

Baca Juga :
TNI AD Bentuk Kompi Produksi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Eks KSAL Achmad Sutjipto Wafat, Komisi I DPR Sampaikan Duka Cita
Belum Tamat, 4 Personel BAIS TNI Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akses Keuangan Meningkat, Warga Perbatasan Bengkayang Kini Kian Dekat dengan Rupiah
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Kondisi Roy Suryo Masih Dipantau, Gibran: Kemarin Saya Dengar Beliau Berdua Dirawat
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Arahan Prabowo: Impor Elipiji Bebas Bea Masuk!
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Alireza Beiranvand: Kiper Iran yang Jadi Pahlawan Saat Melawan Belgia
• 48 menit lalukatadata.co.id
thumb
Dukung Pelaku UMK di Jakarta Fair, Pertamina Salurkan Bright Gas ke Puluhan Pedagang Kuliner 
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.