Jakarta, CNBC Indonesia-Pemerintah membebaskan bea masuk untuk impor elpiji dan bahan baku plastik. Kebijakan ini merupakan insentif bagi dunia usaha untuk merespons situasi terkini.
"Arahan Presiden karena ketidakpastian situasi maka pemerintah memberikan insentif impor elpiji dan bahan baku plastik," ungkap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Senin (22/6/2026)
"Pemerintah menetapkan bea masuk 0% untuk impor elpiji bagi industri petrokimia," jelasnya.
Insentif tersebut, kata Airlangga dapat memberikan dampak senilai Rp2,2 triliun.
"Dengan ini diharapkan bisa mendapatkan nilai manfaat sektor ekonomi sebesar Rp2,2 triliun yaitu berupa pengurangan cost industri dan multiplier effect," papar Airlangga.
Airlangga menambahkan situasi geopolitik dan geoekonomi masih dipenuhi ketidakpastian. Perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran mengganggu arus logistik dunia, seiring dengan penutupan selat Hormuz.
"Kita harus menjaga domestik ekonomi, dan langkah-langkah proaktif untuk mencegah risiko eksternal," ujarnya.
(mij/mij) Add as a preferred
source on Google




