Kemenkes-The Lancet bentuk Komisi rancang sistem kesehatan RI

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan The Lancet meluncurkan Komisi The Lancet Regional Health-Western Pacific: Reimagining Healthcare in Indonesia for 2045 guna merancang sistem kesehatan yang mampu menjangkau masyarakat di daerah-daerah terpencil dengan layanan berkualitas melalui berbagai metode penelitian kesehatan.

The Lancet adalah jurnal internasional tentang kesehatan yang diterbitkan tiap minggu dan ditemukan oleh Thomas Wakley​​​​​​ pada tahun 1823.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan terdapat empat arah kebijakan strategis Indonesia Emas 2045 yang perlu didukung oleh Komisi tersebut, yakni angka harapan hidup, umur harapan hidup sehat (HALE), cakupan jaminan kesehatan semesta (Universal Health Coverage/UHC), dan angka kelahiran total (TFR).

"Pertama, kita mau menaikkan angka rata-rata hidup dari 72 ke 76. Sekarang saya 62. Saya mau hidup tidak cuma 10 tahun lagi. Saya mau hidup 14 tahun lagi," kata Menkes Budi Gunadi di Jakarta, Senin.

Menkes mengaku bangga Indonesia mencapai angka harapan hidup 74 tahun pada tahun lalu dan dia optimis angka harapan hidup di atas 76 bisa dicapai.

Baca juga: Kemenkes-UNICEF kolaborasi perkuat transformasi sistem kesehatan RI

"AS (angka harapan hidupnya 79). Jadi kita tidak jelek. China saya kira 76 sekarang. Dan China juga, mereka sudah membuat rencana Partai Komunis mereka mau menaikkan (angka) dari 76 ke 78 kalau tidak salah," kata Menkes.

Yang kedua, katanya, HALE ditingkatkan dari 60 tahun ke 65 tahun.

Terkait UHC, Menkes menyebutkan bahwa UHC Indonesia mencakup 99 persen penduduk dan merupakan cakupan kedua tertinggi secara global. Namun dokumen menyebutkan bahwa ranking Indonesia 122.

"Kenapa bisa beda? Definisi jaminan kesehatan semesta Indonesia itu jumlah orang yang memegang kartu BPJS. Padahal bukan itu maksudnya. Anda punya kartu BPJS, pergi ke RS, (tapi) tidak bisa dilayani karena RSnya tidak siap," kata Menkes Budi Gunadi.

Menkes mengatakan arti UHC sebenarnya adalah akses ke layanan kesehatan yang berkualitas tanpa hambatan finansial.

Baca juga: Kemenkes-WHO teken Grant Agreement 2026-2027 kuatkan sistem kesehatan

Sementara itu, katanya, angka kelahiran total diupayakan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Dia menambahkan, kebijakan empat strategis tersebut diterjemahkan menjadi 41 indikator yang perlu dicapai pada 2029. Menkes berharap agar riset-riset yang dilakukan sesuai dengan kerangka tersebut.

Dia mencontohkan riset terkait imunisasi HPV atau riset tentang pengaruh penggunaan ultrasound terhadap penurunan angka kematian ibu dan anak.

Adapun temuan-temuan terkait hal tersebut akan dipublikasikan dalam The Lancet Regional Health – Western Pacific.

Baca juga: Kemenkes-BIN perkuat sistem peringatan dini ancaman kesehatan nasional


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jenguk di RS Polri, Refly Harun Ungkap Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa
• 21 jam laluokezone.com
thumb
AI Keluar dari Layar, 760.000 Manusia Jadi Kaki Tangan
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Panitia dan Ajudan Danrem Pamungkas Damai dan Minta Maaf Terkait Keributan di Jogja Marathon
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Sering Menunda hingga Overthinking? Kesuksesan & Rezeki Bakal Menjauh! | KALAM HATI
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Donald Trump Tidak Mengalahkan Iran, Ia Memilih Berdamai Dengannya
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.