Bocah perempuan berusia enam tahun berinisial SAA asal Raha, Katobu, Muna, Sulawesi Tenggara meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah kolam renang sedalam 1,2 meter di wilayah Potorono, Banguntapan, Bantul, pada Minggu (21/6) pagi.
Korban sempat dibawa ke rumah sakit tetapi nyawanya tidak tertolong.
"Berdasarkan laporan yang kami terima, korban berinisial SAA ini tenggelam di kolam nomor dua bagian barat yang memiliki kedalaman sekitar 1,2 meter," kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, dalam keterangannya, Senin (22/6).
Rita menjelaskan peristiwa nahas itu bermula saat korban beraktivitas di area kolam renang sekitar pukul 10.10 WIB. Lanjutnya, penjaga kolam yang bernama Sunardi tiba-tiba mendapat informasi dari pengunjung lain bahwa ada seorang anak yang tenggelam.
Sunardi langsung mengangkat tubuh korban yang sudah tidak sadarkan diri.
"Setelah korban berhasil dievakuasi dari dalam air ke area pintu masuk, petugas keamanan setempat bersama seorang petugas keamanan dari SPBU terdekat langsung berinisiatif membawa korban. Mereka memboncengkan korban menggunakan kendaraan roda dua untuk mengejar waktu agar korban segera mendapatkan penanganan medis secara intensif di Rumah Sakit Rajawali Citra," kata Rita.
Korban tiba di IGD rumah sakit pada pukul 10.20 WIB. Tindakan telah dilakukan dokter jaga tetapi pukul 10.29 WIB korban dinyatakan meninggal dunia.
"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara di lokasi kejadian, area kolam tempat korban tenggelam ternyata tidak terjangkau oleh kamera pengawas karena empat titik CCTV yang ada hanya menyorot gerbang masuk, loket tiket, kolam timur, dan area seluncuran," katanya.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah paman korban di Banguntapan.
Pihak keluarga memutuskan langsung menerbangkan jenazah korban ke kampung halamannya di Sulawesi Tenggara untuk segera dimakamkan.
Polisi masih menyelidiki kasus ini. Namun, sejauh ini belum ada pihak yang dimintai keterangan.
"Belum ada (yang diperiksa). Ada penyelidikannya (jalan)," kata Rita.





