Mundurnya Keir Starmer, PM Inggris Paling Tidak Populer

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer meraih kekuasaan pada tahun 2024, memberikan kemenangan telak kepada partainya, Partai Buruh, atas Partai Konservatif.

Namun, hampir dua tahun kemudian, dia mengundurkan diri sebagai perdana menteri paling tidak populer di Inggris dalam beberapa dekade, meskipun dihormati secara internasional.

Starmer mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Senin (22/6), mengatakan bahwa menjadi perdana menteri adalah "momen paling membanggakan dalam hidupnya", tetapi ia menerima bahwa ia harus pergi "dengan lapang dada".

Baca juga: PM Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya

Dalam pidatonya yang emosional, suaranya terdengar bergetar dan tampak menahan air mata saat memberikan penghormatan kepada keluarganya, sebelum menyudahi pidatonya dan dipeluk oleh istrinya, Victoria.

Sebelumnya, dalam pidato pertamanya sebagai perdana menteri pada 5 Juli 2024, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (22/6/2026), Starmer (63) menjanjikan pemerintahan yang "berorientasi pelayanan" yang akan "lebih berhati-hati" dalam kehidupan masyarakat.

Ia berusaha menjadikan pendekatan yang lebih terukur sebagai keunggulan. Namun, sejak awal dihantui oleh serangkaian perubahan haluan dan kesalahan langkah, yang bahkan membuat marah para pendukung Partai Buruh, mantan pengacara hak asasi manusia ini, kesulitan untuk menjadi sosok yang dapat diandalkan seperti yang ia klaim.

Sikapnya yang ilmiah dan santai serta kurangnya ideologi juga membuat para pemilih menjauh.

Starmer telah dipuji karena berani melawan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait perang Iran dan mempertahankan dukungan Eropa untuk Ukraina. Sebagian orang juga menyambut baik langkah-langkahnya untuk memperkuat hubungan dengan Uni Eropa, setelah referendum Brexit 2016.

Ia menyoroti pencapaiannya pada hari Senin (22/6), termasuk penurunan daftar tunggu untuk Layanan Kesehatan Nasional.

Namun, kolom-kolom yang sangat pedas di media Inggris menggambarkan Starmer sebagai sosok yang kurang teguh pendirian, yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan penting dan siap mengorbankan orang lain.




(ita/ita)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Siaga Hadapi Dampak Global, Paket Insentif Segera Digulirkan
• 59 menit laludisway.id
thumb
Kolaborasi Terbaru Buttonscarves dan Nagita Slavina Angkat Gaya yang Elegan dan Timeless
• 11 jam laluherstory.co.id
thumb
Kemenkes-The Lancet bentuk Komisi rancang sistem kesehatan RI
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Fenomena Baru di RI, Anak SMP Kena Diabetes Tipe 2
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Presiden Prabowo dan Rosan Bahas Optimalisasi Aset Negara di Kertanegara
• 20 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.