BSI Matangkan Operasional Cabang Arab Saudi

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mematangkan persiapan operasional kantor cabang luar negeri (KCLN) di Arab Saudi. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat layanan bagi jamaah haji dan umrah sekaligus memperluas konektivitas layanan keuangan syariah Indonesia dengan Arab Saudi.

Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan, perseroan saat ini fokus menyempurnakan berbagai aspek kesiapan operasional, mulai dari penguatan layanan, pembangunan infrastruktur, hingga pemenuhan ketentuan regulasi yang berlaku di Arab Saudi.

Baca Juga
  • Dari Sampah Menjadi Emas, BSI Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Syariah
  • Pembiayaan UMKM BSI Tembus Rp25,69 Triliun, Tumbuh 14 Persen

"Kami terus menyempurnakan seluruh aspek kesiapan operasional sebagai bagian dari proses pembukaan layanan BSI di Arab Saudi," ujar Wisnu dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Wisnu menjelaskan Arab Saudi memiliki posisi strategis bagi BSI karena menjadi pusat ekosistem haji dan umrah dunia. Kehadiran cabang BSI di negara tersebut diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih dekat dan terintegrasi bagi masyarakat Indonesia, mulai dari tahap persiapan keberangkatan hingga aktivitas selama berada di Tanah Suci.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Arab Saudi merupakan pusat ekosistem haji dan umrah dunia serta memiliki arti strategis bagi BSI. Kehadiran kami di sana merupakan wujud komitmen untuk mendampingi masyarakat Indonesia lebih dekat dengan menghadirkan layanan keuangan syariah yang mendukung perjalanan ibadah secara end-to-end, mulai dari tahap persiapan di Indonesia hingga aktivitas selama berada di Tanah Suci," kata Wisnu.

BSI sebelumnya telah memperoleh initial approval dari Bank Sentral Arab Saudi atau Saudi Arabian Monetary Authority (SAMA) pada 2024 untuk membuka kantor cabang luar negeri di negara tersebut. Perseroan kini melanjutkan proses persiapan agar operasional cabang dapat segera berjalan sesuai ketentuan regulator setempat.

Menurut Wisnu, penguatan kehadiran BSI di Arab Saudi tidak hanya ditujukan untuk memperluas ekspansi bisnis internasional. Langkah tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem keuangan syariah yang menghubungkan Indonesia dengan pusat aktivitas ibadah umat Islam dunia.

BSI menilai kehadiran cabang di Arab Saudi akan mendukung upaya Indonesia menjadi salah satu pemain utama dalam ekonomi syariah global. Selain itu, layanan yang tersedia diharapkan mampu menjawab kebutuhan nasabah secara lebih menyeluruh, khususnya jamaah haji, umrah, dan diaspora Indonesia.

Data perseroan menunjukkan sekitar 203 ribu calon jamaah haji Indonesia berangkat setiap tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 170 ribu orang atau 83 persen merupakan nasabah BSI.

Di segmen umrah, berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) 2025, sebanyak 1,6 juta masyarakat Indonesia melaksanakan ibadah umrah. Sekitar 84 persen di antaranya memanfaatkan layanan BSI.

Perseroan menilai tingginya angka tersebut mencerminkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah BSI, sekaligus memperkuat posisi bank tersebut dalam ekosistem keuangan haji dan umrah nasional.

Sebagai dukungan pada musim haji 2026, BSI juga memperkuat kerja sama dengan BPKH Limited melalui penyediaan booth layanan di sejumlah titik strategis di Makkah dan Jeddah. Fasilitas tersebut digunakan untuk memberikan informasi, edukasi, dan pendampingan kepada jamaah Indonesia selama berada di Arab Saudi.

Selain itu, BSI meluncurkan program Peduli Lansia dengan menyediakan stiker khusus bagi jamaah lanjut usia. Program ini ditujukan untuk membantu identifikasi jamaah yang memerlukan perhatian khusus sekaligus mendukung pelayanan yang lebih inklusif selama pelaksanaan ibadah haji.

Dengan berbagai persiapan tersebut, BSI berharap kehadiran cabang di Arab Saudi dapat segera memberikan manfaat bagi jamaah Indonesia, memperkuat hubungan ekonomi syariah kedua negara, serta memperluas jangkauan layanan keuangan syariah nasional di tingkat global.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelajaran Penting untuk AS: Tak Semudah Itu Tundukkan Iran
• 4 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Wisuda Universitas Hasanuddin 2026: Dorong Penyelesaian Studi Tepat Waktu dan Tingkatkan Mutu Lulusan
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Pendopo Monumen Pahlawan Sisingamangaraja Terbakar, Polisi Selidiki
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Penahanan Ditangguhkan, Roy Suryo: Ini Kemenangan Rakyat Indonesia
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Dikira Keturunan Betawi, Ternyata Pemain Ini Tak Bisa Bela Timnas Indonesia Sama Sekali
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.