Ribuan Sukarelawan SPPG Datangi Kantor Gubernur NTB, Minta Program MBG Tetap Berlanjut

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ribuan sukarelawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi di Kantor Gubernur NTB, Senin (22/6).

Mereka menyuarakan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan meminta pemerintah memastikan program tersebut tetap berlanjut karena dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

BACA JUGA: MBG Disetop Selama Libur Sekolah, SPPG Tak Dapat Lagi Insentif Rp 6 Juta Per Hari

Massa aksi terdiri atas relawan SPPG, pengelola yayasan dan dapur MBG, hingga anggota Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Koordinator Lapangan aksi, Sawaludin Aweng mengatakan kehadiran ribuan sukarelawan merupakan bentuk dukungan terhadap keberlanjutan Program MBG yang dinilai berdampak positif bagi pemenuhan gizi anak-anak sekolah.

BACA JUGA: BGN Hentikan Pembagian MBG Selama Libur Sekolah

"Kami hadir untuk menyampaikan Program Makan Bergizi Gratis harus tetap dilanjutkan. Program ini bukan hanya soal makanan, tetapi menyangkut masa depan generasi muda dan pemenuhan gizi anak-anak kita," kata Sawaludin dalam orasinya.

Menurut dia, manfaat MBG tidak hanya dirasakan penerima program, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat hingga tingkat desa.

BACA JUGA: Jumlah Massa Demo Hari Ini di Jakarta Lumayan Banyak, Mendukung Program MBG

"Program ini membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Banyak pemuda bekerja di dapur MBG, petani dan pedagang juga mendapatkan manfaat karena bahan baku dibeli dari masyarakat sekitar," ujarnya.

Sawaludin menilai program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu telah menciptakan efek berganda bagi masyarakat.

"Ini bukan hanya program makan gratis. Ada dampak ekonomi yang besar. Uang berputar di desa, pedagang hidup, petani mendapatkan pasar, dan masyarakat memperoleh pekerjaan," tegasnya.

Dalam aksi tersebut, para sukarelawan juga meminta Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan Program MBG kepada pemerintah pusat.

"Kami berharap Pak Gubernur dapat menyampaikan aspirasi ini kepada pemerintah pusat dan menunjukkan dukungan penuh terhadap keberlangsungan program MBG di NTB," ucap Sawaludin.

Aksi berlangsung di tengah penghentian sementara Program MBG selama masa libur sekolah yang diperkirakan berlangsung sekitar tiga pekan.

Meski memahami alasan penghentian sementara tersebut, para sukarelawan mengusulkan agar program tetap berjalan selama masa liburan melalui mekanisme distribusi makanan ke rumah penerima manfaat atau melalui orang tua siswa.

"Anak-anak tetap membutuhkan asupan gizi meskipun sekolah sedang libur. Karena itu kami mengusulkan agar makanan dapat diantarkan langsung ke rumah atau disalurkan melalui orang tua mereka," katanya.

Orasi juga disampaikan mantan Ketua DPRD Lombok Barat Nurhidayah.

Dia menilai Program MBG telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sehingga perlu terus dipertahankan.

Menurut Nurhidayah, program tersebut tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat yang telah berjalan baik di berbagai wilayah NTB.

"Program MBG ini telah menunjukkan dampak yang bagus di tengah-tengah masyarakat kita, oleh karena itu sangat patut untuk kita dukung terus berlanjut," katanya.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang menemui massa aksi menyatakan seluruh aspirasi terkait Program MBG akan diteruskan kepada pemerintah pusat.

"Apa yang menjadi program pemerintah pusat, maka kami wajib mendukung," ujar Iqbal.(kkp/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur : Friederich Batari
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Tanggapi Kritik Pengacara Roy Suryo dan Dokter Tifa Terkait Proses Hukum
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Ayah Wapres Gibran Ultah ke 65, Grace Natalie Temui Jokowi di Solo: Semoga Terus Diberikan Kesehatan
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Tiga Aktor Intelektual Pembunuhan Kacab Bank Dituntut 15 Tahun Penjara
• 14 menit laluliputan6.com
thumb
Banggar DPR Setujui Pagu Anggaran 7 Kementerian Koordinator untuk Tahun 2027
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Problema Kesejahteraan dan Regenerasi Dosen
• 13 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.