Leapmotor B10 Diuji ke Bandung, Ini Catatannya

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Bandung, VIVA - Di tengah makin padatnya pasar SUV listrik di Indonesia, Leapmotor B10 hadir dengan pendekatan yang tidak terlalu berisik. Dalam sesi test drive yang dilakukan VIVA pada rute Jakarta–Ciwidey–Bandung, mobil ini tidak mencoba tampil paling cepat atau paling agresif. Justru sebaliknya, B10 seperti sengaja bermain di zona aman: halus, stabil, dan mudah dipahami.

Rute Jakarta–Bandung via Ciwidey sendiri menjadi kombinasi ideal untuk membaca karakter sebuah EV. Mulai dari kemacetan kota, tol dengan kecepatan stabil, hingga jalur menanjak dan berkelok di kawasan selatan Bandung. Di semua kondisi itu, B10 menunjukkan satu pola yang konsisten: tidak banyak kejutan.

Baca Juga :
Alarm PHK Massal Menguat, Said Iqbal Ungkap Dua Pabrik Komponen Otomotif di Jatim Bersiap Tinggalkan Indonesia
Mobil Listrik 1.000 Km Makin Dekat

Di jalan tol, karakter B10 terasa sangat kalem. Akselerasi disalurkan secara linear, tanpa hentakan yang berlebihan. Untuk penggunaan harian dan perjalanan antarkota, karakter ini jelas memberi rasa nyaman. Mobil mudah dikendalikan, tidak agresif, dan cenderung “jinak” bahkan saat diajak melaju konstan di kecepatan menengah.

Secara teknis, Leapmotor mengandalkan pendekatan Cell-to-Chassis 2.0 yang mengintegrasikan baterai langsung ke struktur bodi. Hasilnya adalah pusat gravitasi yang lebih rendah dan struktur yang lebih kaku. Dalam pengujian di jalan, efeknya cukup terasa: mobil stabil saat berpindah lajur dan minim gejala limbung yang mengganggu. Namun karakter ini tetap lebih mengarah ke kenyamanan ketimbang rasa sporty.

Masuk ke jalur Ciwidey yang menanjak dan penuh tikungan, B10 tetap mempertahankan karakter yang sama. Setir terasa ringan dan mudah diajak bermanuver, meski tidak memberikan feedback yang terlalu dalam. Di tikungan cepat, mobil tetap stabil, tetapi bukan tipe yang memberikan rasa “menempel ke aspal” secara agresif. Lagi-lagi, fokusnya jelas: aman dan mudah dikendalikan.

Di balik itu, distribusi bobot 50:50 dan penggerak rear-wheel drive membantu menjaga keseimbangan. Mobil terasa lebih terkontrol saat keluar tikungan, meski tetap dalam koridor nyaman, bukan performa eksplosif.

Masuk ke kabin, pendekatan Leapmotor terasa sangat digital dan modern. Layar sentuh 14,6 inci dengan dukungan chipset Snapdragon 8155 menjadi pusat kendali utama, didukung sistem Leap OS 4.0 yang responsif. Tampilan antarmuka rapi, cepat, dan cukup intuitif untuk kelasnya.

Baca Juga :
150 Ribu Pesanan Sebelum Mengaspal, SUV Baru BYD Bakal Diekspor ke Mancanegara
Segini Depresiasi Mobil Listrik Tesla Model Y
Wuling BinguoEV Jadi Armada Grab

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Siagakan 4.057 Personel Kawal Aksi Unjuk Rasa Hari Ini
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Racik Strategi Pariwisata Era Prabowo Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Uang Rp26,34 Triliun Digelontorkan, Ini yang Akan Diterima Rakyat
• 39 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
3 Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Dana Syariah Indonesia Segera Disidang
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Makassar Masuk Daftar Best Place to Invest, Munafri Paparkan Keunggulan Kota sebagai Pusat Pertumbuhan Indonesia Timur
• 10 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.