Menko AHY soal Urgensi Giant Sea Wall: Lindungi Pantura dari Ancaman Rob dan Penurunan Tanah

kompas.tv
5 jam lalu
Cover Berita
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (12/5/2026). (Sumber: Tangkap layar KompasTV.)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan pembangunan Giant Sea Wall atau Tanggul Laut Pantai Utara Jawa merupakan langkah penting.

Hal itu sebagai langkah strategis melindungi kawasan pesisir utara Pulau Jawa dari ancaman banjir rob, kenaikan muka air laut, dan penurunan muka tanah yang semakin mengkhawatirkan.

Menurut AHY, proyek Giant Sea Wall tidak sekadar berupa pembangunan tanggul laut, tetapi menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk melindungi jutaan penduduk, kawasan industri, pusat logistik, serta berbagai aktivitas ekonomi yang menjadi tulang punggung nasional di wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura).

“Kita menghadapi dua tantangan sekaligus, yaitu kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim dan penurunan muka tanah yang terjadi di sejumlah wilayah Pantura. Karena itu, langkah mitigasi tidak bisa ditunda,” kata AHY usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Senin (22/6/2026).

AHY menjelaskan, pemerintah akan memprioritaskan penanganan kawasan Teluk Jakarta serta koridor Demak-Semarang-Kendal yang selama ini menghadapi tekanan cukup besar akibat banjir rob dan penurunan muka tanah.

Baca Juga: AHY Sebut Giant Sea Wall Bakal Dibangun Bertahap di 25 Kabupaten/Kota

Ia menuturkan, pengembangan Giant Sea Wall dirancang sebagai proyek jangka panjang yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur sepanjang kurang lebih 575 kilometer.

Proyek tersebut diharapkan menjadi bagian penting dari strategi adaptasi perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan kawasan pesisir Indonesia.

Akan tetapi, AHY menyebut pendekatan yang ditempuh tidak hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur keras berupa tanggul laut. Pemerintah juga mengombinasikannya dengan solusi berbasis alam melalui rehabilitasi mangrove, pemulihan ekosistem pesisir, serta berbagai upaya konservasi lingkungan lainnya.

“Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan,” kata AHY dalam siaran pers Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • agus harimurti yudhoyono
  • giant sea wall
  • tanggul laut raksasa
  • proyek giant sea wall
  • ahy
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Klarifikasi Lengkap Korem soal Ajudan Danrem Lari Tanpa Nomor Dada
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Pemadaman Listrik Bergilir, Pemerintah Akui Stok Batu Bara Masih Kurang
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Menteri PPPA Puji Sinergi Pemkab Gresik-Industri Lindungi Perempuan-Anak
• 2 jam laludetik.com
thumb
Jadwal Salat dan Buka Puasa DKI Jakarta 22 Juni 2026
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ketan Talam Durian Jadi Ikon Kuliner Pekanbaru Seusai Pecahkan Rekor MURI
• 15 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.