JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari mengakui adanya kekurangan stok batu bara untuk kebutuhan listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk 2026.
Hal ini disampaikan Qodari menanggapi isu pemadaman listrik bergilir di beberapa wilayah di Indonesia.
Dia mengulang penjelasan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang mengatakan kebutuhan batu bara PLN pada 2026 mencapai 154 juta ton, namun kesepakatan kontrak batu bara baru terealisasi 134 juta ton.
Baca juga: Daftar 61 Wilayah Bekasi yang Terdampak Pemadaman Listrik Bergilir Hari Ini
"Jadi sekitar 18 atau 20 juta ton yang kurang," kata Qodari saat ditemui di Kompas Institute, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Meski ada kekurangan, Qodari meyakini hal ini tidak menjadi masalah serius karena Indonesia adalah produsen batu bara.
Selain itu, Qodari juga menyebut kebutuhan batu bara untuk PLN adalah rutinitas tahunan yang sudah disiapkan dalam jangka waktu panjang.
Baca juga: Curhat Warga Semarang Soal Pemadaman Listrik Berjam-jam, Sedih 14 Ikan Koi Peliharaan Mati
"Tapi kita tunggu saja, solusinya apa, pasti akan coba dikaji dengan sebaik-baiknya. Dicari gapnya ada dimana supaya segera diselesaikan," ucapnya.
Qodari juga menegaskan, isu terkait pemadaman listrik bergilir di sejumlah daerah ini menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.
"Yang jelas saya bisa pastikan bahwa Bapak Presiden sangat concern dengan permasalahan ini," tandasnya.
Baca juga: PLN: Satu Pembangkit Pulih, Pemadaman Bergilir di Jawa Mulai Dikurangi
Dirut PLN Temui Prabowo Jelaskan Masalah PemadamanDirektur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan bahwa pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa dapat dikurangi karena sistem kelistrikan di Jawa mulai membaik.
Hal ini disampika Darmawan ketika hendak bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (22/6/2026).
"Kami ingin menyampaikan kabar baik, bahwa pemadaman bergilir yang terjadi minggu lalu di Pulau Jawa, mulai kemarin hari Minggu, kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik. Dan pemadaman bergilir berhasil diminimalisir," ujar Darmawan, Senin siang.
Baca juga: Wali Kota Bekasi Minta OPD Siapkan Genset Antisipasi Pemadaman Listrik Bergilir
Darmawan turut meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi imbas pemadaman bergilir tersebut.
Ia menyebutkan, pasokan energi primer yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan pembangkit, baik dari PLN maupun Independent Power Producer, pada pekan lalu mulai mengalir.
"Dan untuk itu memperkuat ketahanan dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa. Kemudian juga hari Jumat kami menyampaikan ada dua pembangkit besar milik mitra kami yang mengalami kendala teknis dan terpaksa keluar dari sistem," kata Darmawan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




