Usulan Rokok Murah Dinilai Tekan Penerimaan Negara

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Usulan pemberian ruang bagi industri untuk memproduksi rokok bagi kalangan menengah ke bawah dinilai berpotensi memperluas peredaran rokok murah. Selain itu, bisa mengurangi optimalisasi penerimaan negara dari cukai hasil tembakau.

"Semakin banyak produsen bertahan di golongan tarif rendah, semakin besar pula potensi penerimaan yang tidak tercapai," kata Project Lead for Tobacco Control Center Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Beladenta Amalia, dalam keterangan tertulis, Senin, 22 Juni 2026.

Baca Juga :

Said Abdullah Usulkan Kebijakan Afirmasi Tarif Cukai Rokok Golongan III
Beladenta mengatakan saat ini tarif cukai sigaret kretek mesin (SKM) terbagi dalam dua golongan. Golongan 1 dikenakan tarif Rp1.231 per batang, sedangkan Golongan 2 dengan batas produksi hingga 3 miliar batang dikenakan Rp746 per batang. Selisih tarif keduanya mencapai Rp485 per batang.

"Ini justru akan merugikan dari sisi penerimaan, karena potensi untuk mendapatkan penerimaan yang lebih besar itu tidak tercapai. Dan ini sudah terlihat dari dua tahun terakhir," ujar Beladenta.

Senada, Kepala Center of Human and Economic Development (CHED) ITB Ahmad Dahlan, Roosita Meilani Dewi, menyampaikan kenaikan batas produksi pada golongan tarif rendah akan memberi ruang lebih besar bagi pabrikan besar untuk memasarkan produk murah tanpa berpindah ke tarif yang lebih tinggi. Hal itu, kata dia, akan memperparah fenomena downtrading dan memicu lonjakan konsumsi.

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

Roosita menilai pihak yang paling diuntungkan dari kebijakan tersebut adalah perusahaan rokok yang saat ini berada di sekitar ambang batas produksi dan berpotensi masuk ke golongan tarif lebih tinggi. Maka itu, Roosita mendorong pemerintah memprioritaskan reformasi kebijakan cukai melalui penyederhanaan struktur tarif dan penguatan penegakan hukum terhadap rokok ilegal.

"Prioritas utama pemerintah menyederhanakan struktur tarif cukai dan mempersempit celah harga antar golongan, bukan memperlonggar batas produksinya," ungkap Roosita.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Yamaha Perkuat Budaya Berkendara Aman Lewat Safety Riding Day 2026
• 7 jam laludisway.id
thumb
Bukan Spanyol, Ada Gambar Bendera Dua Negara di Sepatu Lamine Yamal Saat Piala Dunia 2026
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Saat Dunia Krisis Beras, FAO Sebut Indonesia Cetak Rekor Panen Tertinggi Sepanjang Sejarah
• 9 jam laludisway.id
thumb
3.000 Pelari Semarakkan Fun Run Juara 2026, Bupati Luwu Timur Gandakan Bonus Pemenang
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Puan Minta PLN Mitigasi Dampak Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa
• 8 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.