HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sorotan kamera Piala Dunia 2026 mengungkap detail kecil di sepatu Lamine Yamal. Dua bendera berbeda tampak jelas menghiasi Adidas F50 miliknya saat laga berlangsung. Namun, itu bukan bendera Spanyol.
Padahal ia sedang membela Spanyol di panggung terbesar sepak bola dunia. Simbol itu justru mengarah pada kisah keluarga yang lebih personal dan emosional.
Kala Yamal berlaga, Spanyol menang meyakinkan 4-0 atas Arab Saudi di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta. Publik justru menangkap hal unik dari sepatu yang ia kenakan.
Melansir Sport Bible, sepatu Adidas F50 tersebut memiliki desain khusus dengan dua bendera negara.
Meski tampil untuk Spanyol, Yamal tetap membawa simbol Maroko dan Guinea Ekuatorial. Kedua negara itu merupakan bagian dari garis keturunan keluarganya.
Ibunya berasal dari Guinea Ekuatorial, sedangkan ayahnya berdarah Maroko. Kedua latar belakang tersebut membentuk identitas yang ia bawa hingga level tertinggi sepak bola.
Yamal lahir di Barcelona dan tumbuh besar sebagai bagian dari sistem sepak bola Spanyol.
Pernah Jadi Rebutan
Sebelum resmi berseragam Spanyol, Maroko sempat mencoba membujuk Yamal. Upaya tersebut dilakukan agar ia memilih memperkuat tim nasional Atlas Lions.
Namun, Yamal akhirnya mantap memilih La Roja sebagai karier internasionalnya. Ia menegaskan merasa sebagai orang Spanyol dan ingin membela negara kelahirannya.
Keputusan itu kini berbuah hasil. Yamal menjadi pemain penting, meski usianya masih sangat muda.
Tidak hanya Maroko, Guinea Ekuatorial juga sempat menaruh harapan besar.
Presiden Federasi Sepak Bola Guinea Ekuatorial, Venancio Tomas Ndong Micha, bahkan pernah menyampaikan pandangannya pada 2024.
“Negara kami memegang dia sangat dekat di hati kami dan berpikir dia akan melakukan banyak hal untuk sepak bola Guinea Khatulistiwa,” ujar Venancio Tomas Ndong Micha, dikutip dari BBC.
Debut Sempurna
Laga debut starter Yamal di Piala Dunia 2026 berlangsung impresif dan penuh makna. Ia mencetak gol pembuka dalam kemenangan 4-0 atas Arab Saudi.
Hasil itu membawa Spanyol kembali ke jalur kemenangan setelah sebelumnya ditahan Tanjung Verde.
Gol tersebut juga menempatkannya dalam daftar pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Dunia.
Di balik pencapaian itu, dua bendera di sepatunya menjadi simbol kuat perjalanan hidupnya. Ia tetap membawa akar Maroko dan Guinea Ekuatorial ke panggung dunia. (*)





