Hotel Sumsel Tertekan Efisiensi Anggaran, PHRI Dorong Geliat MICE

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PALEMBANG — Industri perhotelan di Sumatra Selatan (Sumsel) masih menghadapi tekanan berat akibat gelombang efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak langsung pada berkurangnya kegiatan rapat, seminar, dan perjalanan dinas.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel, Sholahuddin Arsyad menilai kondisi saat ini lebih berat dibandingkan 2025 ketika kebijakan pemangkasan anggaran mulai diterapkan.

Menurutnya, jumlah kegiatan pemerintah yang sebelumnya sudah menurun kini kembali menyusut secara signifikan.

"Kalau dulu kegiatan mungkin ada 15, kemudian karena pemangkasan menjadi 10. Sekarang bisa jadi tinggal tujuh, bahkan lima atau tiga kegiatan. Dan itu diperebutkan seluruh hotel," ujarnya kepada Bisnis, Senin (22/6/2026).

Di tengah lesunya pasar pemerintah, Sholahuddin mengatakan sektor swasta juga belum dapat menjadi penopang utama karena pelaku usaha masih cenderung menahan ekspansi di tengah ketidakpastian ekonomi.

"Jadi hotel sekarang berpikir bagaimana bertahan hidup. Jangan berharap yang bagaimana-bagaimana seperti investasi, sekarang lebih ke bertahan hidup," katanya.

Baca Juga

  • BP Batam Gandeng BRIN Perkuat Ketahanan Air dan Dorong Industri Hijau
  • Efisiensi Anggaran Picu Sumsel Lebih Agresif Genjot PAD
  • Digitalisasi Jadi Motor Penggerak Baru Pariwisata Palembang

Dia menjelaskan bisnis hotel selama ini sangat bergantung pada momentum musim ramai yang biasanya berlangsung pada Juni hingga Oktober, serta periode libur akhir tahun dan Lebaran. Pendapatan pada masa tersebut menjadi penopang operasional hotel saat memasuki periode sepi tamu.

Oleh karena itu, PHRI mendorong pemerintah daerah lebih agresif memburu pasar Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) guna menggerakkan okupansi hotel di Sumsel, khususnya Palembang.

Menurut Sholahuddin, Sumsel memiliki fasilitas olahraga berstandar nasional yang dapat dimanfaatkan untuk menarik berbagai kejuaraan maupun agenda berskala nasional. Selain itu, Palembang juga dinilai berpotensi menjadi tuan rumah seminar, kongres, dan pertemuan organisasi profesi.

"Kalau pemerintah jeli, kita punya fasilitas olahraga terbaik. Seandainya kita bisa mendapatkan event-event besar, hotel pasti ramai. Begitu juga seminar atau pertemuan organisasi profesi yang bisa didatangkan ke Palembang," tegasnya.

Selain menggarap pasar MICE domestik, PHRI juga berharap adanya pengembangan wisata mancanegara melalui kerja sama dengan maskapai internasional. Salah satu gagasan yang diusulkan adalah memanfaatkan penerbangan dari Arab Saudi yang mengangkut jemaah haji untuk membawa wisatawan ke Sumsel pada penerbangan menuju Indonesia.

Destinasi seperti Pagaralam dan Danau Ranau dinilai memiliki daya tarik yang berpotensi menarik wisatawan mancanegara. Dampaknya tidak hanya dirasakan hotel dan restoran, tetapi juga sektor transportasi serta pelaku usaha pendukung lainnya.

"Ayo duduk bersama mencari solusi. Jangan hanya euforia seremoni saja. Yang dibutuhkan bagaimana mendatangkan orang ke Sumsel sehingga ekonomi bergerak," tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video: Nyontek China, Ini Kunci RI Gali Potensi Logam Tanah Jarang
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Saat Kelompok Emak Muda Bersatu Gelar Aksi di Jakarta, Dukung Program MBG dan Koperasi Merah Putih
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Polda Babel Gagalkan Penyelundupan 4,7 Ton Timah Ilegal ke Tangerang, 2 Orang Ditangkap
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Lalu Lintas Jakarta Senin Pagi: Ada Dua Kecelakaan di MT Haryono
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Rekap Hasil Piala Dunia 2026: Spanyol Pesta Gol, Iran dan Tanjung Verde Tahan Imbang Tim Unggulan
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.