Jakarta, CNBC Indonesia - Dua siswa berusia 14 dan 14 tahun dilaporkan menembak sebuah sekolah di kota Tacloban, tenggara Manila, Filipina, Senin (22/6/2026). Hal ini menyebabkan tiga siswa tewas dan tujuh lainnya terluka.
Polisi mengatakan para tersangka menggunakan pistol Glock 9 mm dan pistol kaliber 38. Namun, masih belum jelas bagaimana mereka memperoleh senjata api tersebut.
Polisi mengatakan 40 peluru kosong ditemukan dari tempat kejadian perkara (TKP). Salah satu tersangka ditangkap segera setelah penembakan sementara tersangka lainnya kemudian menyerah.
Juru bicara Kepolisian Nasional Filipina, Allen Rae Co, mengatakan pistol itu diberikan kepada seorang petugas polisi yang sekarang sedang diselidiki dan telah disimpan di kepolisian daerah. "Pistol tersebut didaftarkan ke badan keamanan yang berbasis di Kota Cebu di Filipina tengah," tulis Reuters mengutip Co.
Penembakan di sekolah jarang terjadi di Filipina, yang memiliki peraturan kepemilikan senjata yang ketat, termasuk pemeriksaan latar belakang dan persyaratan evaluasi psikologis. Meskipun demikian, senjata api ilegal masih beredar.
Penembakan itu terjadi beberapa minggu setelah sekolah-sekolah di Filipina dibuka kembali setelah libur selama berbulan-bulan. Kedua tersangka telah diserahkan ke otoritas kesejahteraan sosial.
Wawancara awal menunjukkan bahwa keduanya diduga diintimidasi sejak mereka berada di kelas tujuh. "Awalnya motif kejahatannya adalah dendam terkait perundungan di sekolah," kata Co kepada wartawan merujuk alasan pelaku menembak teman-temannya.
Presiden Ferdinand Marcos Jr, mengungkapkan kesedihan atas insiden tersebut. Ia memerintahkan penyelidikan menyeluruh dan mengarahkan pihak berwenang untuk menjamin keselamatan dan keamanan di tempat umum, terutama sekolah.
Polisi mengatakan para korban telah diangkut ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan. Sementara personel tambahan telah dikerahkan di sekolah untuk memastikan keselamatan siswa, staf, orang tua, dan masyarakat sekitar.
Pada Juli 2022, seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di upacara wisuda sekolah hukum Universitas Ateneo de Manila di Kota Quezon. Peristiwa itu menewaskan tiga orang, termasuk mantan Wali Kota Kota Lamitan Rose Furigay.
(sef/sef) Add as a preferred
source on Google




