Polda Jabar Bentuk Tim Gabungan Buru Pelaku Penganiayaan Terhadap Yuvita yang Alami Kebutaan

republika.co.id
21 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Polda Jawa Barat membentuk tim gabungan untuk menangkap TH pelaku penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki (29 tahun) yang menyebabkan kebutaan. Mereka masih mengejar pelaku.

"Pelaku saat ini belum ditangkap ya. Kita baru membentuk tim gabungan ini," ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan kepada wartawan, Senin (22/6/2026).

Baca Juga
  • KDS Temui Korban Penyekapan, Pemkab Bandung Siap Beri Bantuan
  • Pemkot dan DPRD Bandung Sepakati 2 Raperda untuk Perkuat Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat
  • Mobil Nissan X-Trail Wisatawan Asal Jakarta Terbakar di Lembang Bandung
Ia melanjutkan korban belum dimintai keterangan sebab masih belum dapat berkomunikasi dengan jelas dan masih dirawat insentif. Pihaknya selanjutnya bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban terkait agar korban tidak dimanfaatkan keterangannya selain untuk kepentingan kepolisian.

Ia melanjutkan kedua mata korban mengalami kebutaan, bibir sumbing hingga enam gigi atas rontok. Pihaknya menduga korban dipukul menggunakan benda tajam.

.rec-desc {padding: 7px !important;} "Yang pasti kedua matanya berkeputusan visum itu sudah mengalami kebutaan. Itu yang paling parah dan gigi atas depan enam rontok. Bibir sudah sumbing," kata dia.

Pihaknya akan segera menuju Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Pihaknya pun segera menetapkan status tersangka kepada pelaku dan menerbitkan daftar pencarian orang (DPO).

"Penetapan tersangka dulu, habis itu penerbitan DPO. Besok kita umumkan di RSHS besok abis Zuhur," kata dia.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ngeri! Ibu Bonceng Anak di Koja Kena Lemparan Molotov, Ternyata Salah Sasaran
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Masih Ingat Maria Febe? Mantan Pebulu Tangkis yang Jadi Mualaf Gara-gara Suka Dengar Azan sejak Kecil
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Kalimat yang Bisa Menarik Perhatian saat Pertama Kali Bertemu
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kemenko Perekonomian Tegaskan Tak Ada Kompensasi Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Prabowo Sebut Nahdliyin Ada di Semua Partai: Belajar Politik dari NU
• 5 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.