Parade Busana Adat Denpasar PKB XLVIII 2026 Tampilkan 8 Ragam Busana, Payas Agung Jadi Sorotan

tvonenews.com
20 jam lalu
Cover Berita

Denpasar, tvOnenews.com - Parade busana adat khas Kota Denpasar dalam rangka Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 tampil apik dan sukses memukau para pengunjung yang memadati Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar.

Sekretaris I Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa di Denpasar, Senin mengatakan parade ini menjadi salah satu ajang pelestarian budaya yang menampilkan kekayaan dan keragaman busana adat khas Kota Denpasar yang sarat makna filosofis serta nilai-nilai tradisi Bali.   

Menurutnya, pelaksanaan parade busana adat ini merupakan upaya nyata dalam melestarikan busana adat Bali sekaligus melindungi keberadaan tekstil tradisional yang menjadi warisan budaya masyarakat Bali. 

“Parade ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan budaya, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat tentang keragaman busana adat khas Kota Denpasar yang memiliki keunikan, ciri khas, serta berlandaskan pada pakem-pakem tradisi yang diwariskan secara turun-temurun," bebernya.

Selain itu, parade ini juga menjadi wahana transformasi nilai-nilai kehidupan yang berkaitan dengan pelaksanaan Upacara Yadnya, Upacara Daha, maupun berbagai upacara adat yang dilaksanakan di Kota Denpasar.

Untuk memastikan keaslian dan nilai estetika setiap busana yang ditampilkan, pagelaran ini menggandeng perancang busana dan budayawan Bali, Dr. A.A. Ngr. Anom Mayun yang turut berperan dalam pengembangan serta pelestarian busana adat khas Kota Denpasar.

Dalam parade tersebut, ditampilkan delapan ragam busana adat khas Kota Denpasar yang menggambarkan berbagai tahapan kehidupan dan pelaksanaan upacara adat masyarakat Hindu Bali.

Di antaranya Busana Adat Daha Menek Kelih/Ngeraja, Busana Medharma Swaka, Busana Mekalakalaan, Payas Madya Kota Denpasar, Payas Agung Kota Denpasar, Payas Melelunakan, Busana Mamukur/Maligya, serta Busana Mapeed ke Pura.

Busana Adat Daha Menek Kelih atau Ngeraja menggambarkan prosesi akil balig sebagai ungkapan rasa syukur orang tua kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas tumbuh kembang anak menuju masa remaja.

Sementara Busana Medharma Swaka dan Mekalakalaan merepresentasikan tahapan penting dalam rangkaian upacara pernikahan Hindu Bali.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polsek Cisauk Bagikan 100 Paket Sembako di Kawasan Rawan Tawuran, Tangsel
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Menteri PPPA Puji Sinergi Pemkab Gresik-Industri Lindungi Perempuan-Anak
• 20 jam laludetik.com
thumb
Sahroni Puji Kejagung Tangkap Richard Muljadi: Tunjukkan Ketegasan
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Licin Bak Belut, TH Pelaku Penyekapan Wanita di Bandung Berkali-kali Lolos dari Kejaran Polisi
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Harga Pertamax Series Bulan Depan Akan Mengikuti Pergerakan Harga Minyak Dunia
• 21 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.