Masih Ingat Hacker Bjorka? Jejak Digitalnya Kembali Disorot

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Nama Bjorka kembali mencuat di ruang digital Indonesia setelah jejak aktivitas dan kasus kebocoran data yang pernah dikaitkan dengannya kembali dibahas di berbagai forum keamanan siber dan pemberitaan internasional. Sosok yang sempat viral pada 2022 itu masih menjadi salah satu contoh paling terkenal dalam diskusi tentang ancaman keamanan data di Indonesia.

Bjorka dikenal publik setelah mengklaim memiliki dan menyebarkan sejumlah data sensitif, termasuk data pribadi pejabat publik dan dokumen pemerintah, yang kemudian memicu perhatian besar dari otoritas keamanan siber Indonesia.

Baca Juga :
Pasar Kripto RI Makin Panas, Nilai Transaksi Nyaris Rp100 Triliun
Bukan Cuma QRIS, Ini 5 Hal yang Harus Dicek Sebelum Memilih Payment Gateway

Ilustrasi hacker.
Photo :
  • Freepik

Dari Viral di Media Sosial hingga Sorotan Aparat

Dirangkum VIVA Selasa, 23 Juni 2026, Kemunculan Bjorka di media sosial pada awalnya membuat publik geger. Aksi peretasan dan klaim kebocoran data yang ia unggah di platform digital langsung menyebar luas dan menjadi perbincangan nasional.

Pemerintah Indonesia saat itu merespons dengan melibatkan berbagai lembaga seperti Kominfo, BSSN, BIN, hingga kepolisian untuk menelusuri sumber kebocoran dan memperkuat sistem keamanan siber nasional.

Kasus ini juga menyoroti betapa rentannya data digital di Indonesia, terutama ketika serangan siber dilakukan secara terkoordinasi dan sulit dilacak secara langsung.

Penangkapan dan Dugaan Identitas Asli

Dalam perkembangan terbaru yang kembali ramai diperbincangkan, aparat kepolisian dilaporkan telah menangkap seorang pria berinisial WFT yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas peretasan dan akun yang mengatasnamakan Bjorka.

Pelaku disebut mengklaim telah meretas jutaan data akun nasabah dan melakukan aksi jual beli data ilegal melalui internet.

Meski demikian, berbagai laporan juga menunjukkan bahwa identitas “Bjorka” selama ini tidak tunggal, melainkan bisa merujuk pada lebih dari satu aktor atau akun yang digunakan dalam aktivitas siber berbeda.

Jejak Digital yang Sulit Hilang

Fenomena Bjorka menjadi contoh nyata bahwa jejak digital di dunia maya sangat sulit dihapus sepenuhnya. Aktivitas hacker modern sering kali meninggalkan pola yang bisa dianalisis oleh peneliti keamanan siber, termasuk hubungan antar akun, aktivitas forum, hingga repositori digital.

Penelitian tentang ekosistem hacker menunjukkan bahwa banyak pelaku kejahatan siber tetap memiliki “brand digital” yang dapat dilacak melalui aktivitas online mereka, bahkan ketika mereka mencoba menyamarkan identitas.

Baca Juga :
Banyak yang Belum Sadar, AI Kini Sudah Menjalankan Tugas yang Dulu Hanya Bisa Dilakukan Manusia
Elon Musk Bongkar Skenario Mengerikan Soal Ancaman AI
Inovasi Digital Jadi Senjata Baru Indonesia Hadapi Krisis Gizi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menaker pastikan pemerintah pantau potensi PHK di sejumlah perusahaan
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Jokowi Mau Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: 2029 Masih Lama
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Gus Yahya: Munas-Konbes PBNU di Ponpes Al-Falah Ploso Lancar, Kami Yakin Barokah
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Laba BPR Tata Asia Naik Jadi Rp14,51 Miliar pada 2025
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
BPIP Umumkan 76 Putra-Putri Calon Paskibraka 2026 Tingkat Pusat, Berikut Daftarnya
• 7 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.