Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, M Nabil menegaskan komitmennya untuk mendongkrak capaian prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Langkah ini ditempuh melalui penguatan sistem rekrutmen atlet yang transparan serta peningkatan kualifikasi para pelatih di lapangan.
Ketua Umum KONI Jatim menjelaskan bahwa proses rekrutmen atlet yang dilakukan sejauh ini terbagi menjadi empat jalur utama guna menjaring potensi terbaik secara menyeluruh.
“Jadi jalur tersebut meliputi penjaringan melalui kantor kota, pengurus provinsi (Pengprov) cabang olahraga, serta pemantauan bakat individu yang dinilai telah memiliki kemampuan mumpuni di bidangnya,”ungkapnya di Surabaya, Senin (22/6/2026).
Terkait langkah identifikasi rekrutmen internal yang saat ini tengah bergulir di tingkat pengurus daerah, ia mengklarifikasi bahwa hal tersebut murni merupakan inisiatif internal masing-masing dan bukan atas instruksi sepihak dari pengurus inti.
Dalam hal ini KONI Jatim memfokuskan perannya pada pembinaan atlet-atlet yang telah menorehkan prestasi, sementara bagi mereka yang belum mencapai potensi maksimal
akan tetap dibina secara intensif di bawah naungan Pengprov.
“Dalam proses pembinaan ini, tentu ke depan akan diberlakukan sistem promosi dan degradasi (prom-deg) yang berjalan secara berkesinambungan. Namun, ujung dari seluruh proses ini adalah bagaimana kita mampu mengamankan prestasi yang jauh lebih baik daripada penyelenggaraan PON sebelum-sebelumnya,” tegas Nabil.
Optimisme jajaran pengurus KONI Jatim didasarkan pada indikator pemantauan yang terukur. Keberadaan kompetisi berkala yang diselenggarakan oleh Pengprov serta keaktifan kegiatan olahraga di setiap daerah menjadi jaminan bahwa roda regenerasi atlet tidak mengalami kevakuman.
Dinamika aktivitas olahraga di tingkat daerah ini membuktikan bahwa kantong-kantong potensi atlet berprestasi tersebar luas dan selalu hidup.
Langkah strategis berikutnya yang akan segera diimplementasikan adalah pelaksanaan tes prestasi secara berkala guna menguji kesiapan atlet sebelum berhadapan dengan kontingen dari provinsi lain. Selain fokus pada performa fisik dan teknis atlet di lapangan, program akselerasi atau percepatan pembinaan juga menjadi prioritas utama manajemen.
Guna mendukung percepatan prestasi tersebut, KONI Jatim direncanakan akan segera melakukan koordinasi intensif dengan Ketua IMSI. Kerja sama strategis ini difokuskan pada penguatan kapasitas, kualifikasi, serta kompetensi para pelatih yang memegang peranan krusial dalam mencetak atlet-atlet juara.(way/aje)




