JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa musim kemarau pada akhir Juni 2026 semakin meluas di berbagai wilayah Indonesia.
Meski demikian, sejumlah faktor atmosfer masih berpotensi memicu hujan di beberapa daerah dalam sepekan ke depan sehingga masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca.
Dalam analisis Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan, BMKG memprakirakan curah hujan pada Dasarian III Juni 2026 secara umum berada pada kategori menengah dan rendah.
Melansir bmkg.go.id, sebanyak 62,55 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah, sementara 37,39 persen lainnya berada pada kategori rendah. Adapun peluang hujan dengan kategori tinggi hingga sangat tinggi relatif terbatas.
Baca Juga: 33,24 Juta Warga Dapat Bantuan Beras 2026, Kapan dan Siapa Saja Penerimanya?
Wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan rendah meliputi sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Lampung, serta sebagian wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua bagian selatan.
Kondisi ini menjadi indikasi bahwa musim kemarau semakin berkembang dan meluas di berbagai daerah.
Sementara itu, curah hujan kategori menengah masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, antara lain:
- Sumatra bagian tengah hingga utara
- Kalimantan bagian barat hingga utara
- Sebagian wilayah Sulawesi
- Sebagian wilayah Maluku
- Sebagian wilayah Papua
BMKG menjelaskan bahwa meskipun musim kemarau mulai mendominasi, peluang hujan belum sepenuhnya hilang. Aktivitas atmosfer skala regional dan lokal masih cukup aktif sehingga dapat memicu pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.
Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi cuaca adalah Siklon Tropis Mekkhala yang saat ini bergerak menjauhi wilayah Indonesia.
Penulis : Dian Nita Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- dinamika atmosfer
- cuaca sepekan ke depan
- bmkg





