Menengok Wajah Baru Trotoar HR Rasuna Said

kompas.id
10 jam lalu
Cover Berita

Mat Nasit sibuk meracik kopi tubruk saset di atas sepedanya pada Senin (22/6/2026) siang. Sembari mengaduk kopi pesanan pelanggan, matanya sesekali melirik ke arah lalu-lalang kendaraan di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. ”Sejak trotoar ini jadi bagus, petugas satpol PP jadi sering patroli. Mereka akan mengusir jika kami mangkal di sini,” katanya.

Mat Nasit yang berprofesi sebagai penjaja kopi keliling atau kerap disebut kopi starling memang sering mangkal di trotoar sisi timur Jalan HR Rasuna Said. Ia menunggu calon pembeli, yang kebanyakan pegawai di deretan gedung perkantoran itu.

”Dulu waktu trotoar ini masih jelek dan sempit, saya bebas saja mangkal di trotoar ini, tidak ada yang mengusir,” katanya.

”Namun, sekarang setelah trotoar selesai diperlebar, petugas sering patroli dan melarang kami mangkal,” ujarnya sembari mendorong sepedanya, melanjutkan berkeliling.

Kursi taman diletakkan di trotoar yang telah selesai diperluas. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Tiang portal dipasang untuk menghalangi kendaraan bermotor masuk ke trotoar. (KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO).

Parkir khusus sepeda terpasang di Halte Setiabudi Integritas, Jl HR Rasuna Said. 9KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO)

Pemerintah Provinsi Jakarta sejak awal tahun ini mulai menata sisi timur Jalan HR Rasuna Said. Penataan sepanjang 3,8 kilometer ini dimulai dari ujung Jalan Rasuna Said, tepatnya seberang Hotel St Regis hingga pertemuan dengan perempatan Jalan Gatot Subroto. Pengerjaan dilakukan agar sisi timur sama rapinya seperti sisi barat.

Pengerjaan diawali dengan pembongkaran 109 tiang monorel yang mangkrak sejak era Gubernur Sutiyoso. Kemudian jalur pedestrian diperlebar 4-7 meter sesuai kondisi lajur jalan. 

Kali Cideng Atas juga dikeruk dan dipasang turap agar tidak longsor. Beberapa titik di atas tanggul yang bersebelahan dengan trotoar juga dipasang semacam panggung untuk melihat kali, yang muat diisi 10 orang (Kompas.id, 21/6/2026).

Di sepanjang trotoar yang saat ini sudah lega dipasang kursi taman di beberapa titik dan tiang-tiang portal setinggi sekitar 1 meter agar kendaraan bermotor dan sepeda tidak dapat melalui trotoar. Dibangun juga sejumlah halte bus bergaya minimalis di trotoar yang baru itu. Kabel udara telah dipindah dan ditanam dalam tanah agar tidak mengganggu pemandangan.

Halte bergaya minimalis di trotoar Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Pekerja memindahkan kabel udara ke dalam tanah. (KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO)

Bangunan panggung di tepi trotoar untuk melihat Kali Cideng Atas.(KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO)

Menurut Gubernur Jakarta Pramono Anung, penataan yang berlangsung sekitar lima bulan ini menelan biaya sekitar Rp 9,1 miliar. Dikutip dari Instagram pribadinya, Pramono yakin jalan ini akan menjadi landmark baru bagi Jakarta.

Hasil revitalisasi itu mendapat sambutan positif dari para pengguna trotoar. Salah satunya Dwibangga (54), pekerja kantoran yang rutin berolahraga di kawasan Rasuna Said sebelum memulai aktivitas kerja.

”Sekarang jauh lebih nyaman untuk lari pagi. Saya biasa mengelilingi kawasan Rasuna Said sampai Epicentrum,” ujarnya.

Dwi mengaku kondisi trotoar saat ini jauh lebih aman dibandingkan sebelumnya. Sebelumnya, selama bertahun-tahun ia harus berlari sambil menghindari permukaan paving yang tidak rata, pohon yang tumbuh di tengah jalur pejalan kaki, hingga bagian trotoar yang tiba-tiba terputus.

”Dulu saya sering zig-zag saat lari. Risiko cedera cukup besar,” katanya.

Bahkan, pada beberapa titik ia terpaksa turun ke badan jalan karena trotoar menghilang. Saat itu, ia harus terus menoleh ke belakang untuk memastikan tidak ada kendaraan yang hendak menabraknya.

Pengalaman serupa dirasakan Fauzi (29), pekerja lain di kawasan Rasuna Said. Menurut dia, pelebaran trotoar membuat aktivitas berjalan kaki menjadi jauh lebih nyaman.

”Dulu ada beberapa titik yang sangat sempit, sampai pejalan kaki harus bergantian untuk lewat. Sekarang sudah jauh lebih lega,” ujarnya.

Selesainya revitalisasi trotoar ini menjadi salah satu kado spesial bagi Kota Jakarta yang merayakan ulang tahunnya yang ke-499 pada 22 Juni 2026. Ini juga menjadi menjadi upaya agar Jakarta menjadi kota global yang nyaman, aman, dan diminati.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
HUT DKI Jakarta, Kemendagri Apresiasi Pemprov Jaga Stabilitas Inflasi
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Jelang 5 Abad Jakarta, Legislator Syafi Djohan: Menuju Kota Global yang Humanis dan Inklusif
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Dedi Mulyadi ingin amankan hak siswa miskin yang terlempar dari SPMB
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Harga Batu Bara Diam di Tempat, Bantuan dari China Sia-Sia
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
340 Imigran Rohingya Masih Ditampung di Aceh
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.