Pantau - Pemerintah Iran menegaskan kerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) akan tetap berlanjut sesuai kewajiban negara tersebut dalam perjanjian pengamanan nuklir, meski akses ke sejumlah fasilitas masih bergantung pada keputusan otoritas keamanan nasional.
Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei di Teheran, Senin (22/6), menanggapi perkembangan hubungan Iran dengan IAEA dan pembicaraan antara Iran serta Amerika Serikat.
Kerja Sama Tetap Mengacu pada Prosedur yang BerlakuBaghaei menegaskan bahwa kerja sama Iran dengan IAEA akan berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan.
Ia mengungkapkan, "Kerja sama dengan IAEA akan berlanjut sesuai dengan kewajiban Iran berdasarkan perjanjian pengamanan dengan IAEA, sesuai dengan prosedur yang ada dan sejalan dengan resolusi Parlemen dan keputusan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran."
Sebelumnya, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan para inspektur IAEA berencana mengunjungi Iran paling cepat pada pekan ini.
Namun, menurut laporan kantor berita IRNA yang mengutip sumber terkait, tidak ada pembahasan mengenai program nuklir dalam dialog Iran dan AS yang berlangsung di Swiss.
Akses Fasilitas Nuklir Masih Bergantung Hasil PembicaraanBaghaei sebelumnya menyebut akses IAEA ke fasilitas nuklir Iran yang pernah menjadi sasaran serangan akan ditentukan berdasarkan hasil pembicaraan dengan Amerika Serikat.
Meski demikian, IAEA masih memiliki akses ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr.
Iran diketahui membatasi kerja sama dan akses IAEA ke sejumlah fasilitas nuklir setelah serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir negara itu pada Juni 2025.
Pemerintah Iran menyatakan seluruh keputusan terkait kerja sama dengan IAEA berada di bawah kewenangan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.




