Setelah tiga tahun menghilang tanpa kabar, YTR (29), warga Rancaekek, Kabupaten Bandung, ditemukan keluarganya dalam kondisi luka berat. Sementara itu, hingga Selasa (23/6/2026), polisi masih memburu Taufik Hidayat yang diduga menganiayanya. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menawarkan hadiah Rp 250 juta bagi warga yang membantu menangkapnya.
Setelah tiga tahun hilang tanpa kontak, YTR bertemu dengan keluarganya pada 9 Juni 2026. Saat itu, keluarga menerima kabar bahwa YTR menjadi korban kecelakaan lalu lintas dan dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Namun, Syahrul Ulum (26), adik YTR, mengatakan, kakaknya tidak seperti korban kecelakaan lalu lintas. YTR menderita luka parah di wajah dan belakang kepala yang diduga akibat penyebab lain. Komunikasinya juga masih terbatas. "Kakak saya hanya minta maaf sudah salah," katanya.
Syahrul menduga, pelakunya adalah Taufik Hidayat. Lelaki itu pernah diperkenalkan korban kepada keluarga tiga tahun lalu. Semenjak itu, korban menghilang. Tempat kos dan pekerjaannya di Bandung sudah lama ditinggalkan.
Saat itu, keluarga sempat mencari YTR. Namun, hal itu tidak membuahkan hasil. Mereka pernah mendapat pesan bahwa korban tidak perlu dicari karena sudah dewasa. Hingga akhirnya, korban ditemukan dalam kondisi luka berat.
“Sekarang, kakak saya sudah menjalani satu kali operasi dan rencananya akan menjalani proses yang sama dalam waktu dekat. Semoga diberikan kesehatan dan keselamatan," katanya.
Ke depan, dia berharap Taufik segera ditemukan untuk dimintai pertanggungjawaban. "Jangan sampai ada korban lainnya," kata dia.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan kondisi YTR terus membaik meski masih menjalani perawatan intensif. Namun, komunikasinya masih terbatas. Selain pemeriksaan fisik, YTR juga mendapat pemulihan psikis.
“Kami akan membiayai perawatan korban di rumah sakit. Keluarga juga sudah dibekali bantuan selama mendampingi YTR,” kata dia.
Dedi menyebut sudah berkomunikasi dengan Polda Jabar dan meyakini pelaku tidak akan lama lagi ditangkap. Ia juga menyebut tidak diperlukan lagi membuka donasi untuk korban.
"Saya yakin kapolda (Kepala Polda Jawa Barat) dan seluruh timnya tidak akan lama lagi pelakunya bisa ditangkap," kata dia.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar Ajun Komisaris Besar Hendra Rochmawan mengatakan, Taufik masih dicari. Meski komunikasi dengan YTR masih terbatas, polisi sudah membentuk tim gabungan untuk mengusut kasus ini.
"Selain terus mencari terduga pelaku, polisi juga akan bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban untuk mendampingi korban lebih jauh," kata dia.
Meski begitu Dedi mengajak warga membantu pencarian. Siapa yang menemukan atau menyerahkan Taufik kepada polisi akan mendapat imbalan. "Saya akan berikan Rp 250 juta," kata dia.





