Minim Resapan, Surabaya Tambah Bozem dan Kebut Box Culvert untuk Atasi Banjir

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Kota Surabaya mengambil solusi darurat dengan menambah bozem (kolam penampung air) dan menyelesaikan jaringan box culvert sebagai ruang tampung sementara.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengatakan bahwa aset lahan milik Pemkot yang saat ini digunakan sebagai gudang atau keperluan lain akan diambil alih dan difungsikan sebagai bozem, termasuk di kawasan Simo.

“Kami mohon maaf, kami memperbanyak bozem. Kalau ada tanah aset Pemerintah Kota yang dipakai untuk gudang, rumah, atau lainnya, mohon maaf akan kami ambil, seperti di Simo. Izin Pemakaian Tanah-nya tidak kami perpanjang. Kami jadikan bozem,” ujarnya saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Selasa (23/6/2026) pagi.

Eri menjelaskan, permukaan tanah Kota Surabaya, seperti disampaikan pakar dan BMKG, sudah lebih rendah daripada air sungai dan laut. Sehingga saat akan membuang air ke sungai menuju laut, kembali lagi ke daratan.

“Satu-satunya jalan saat kondisi seperti ini, kita harus memperbanyak bozem untuk menampung aliran air yang mau dibuang ke sungai menuju laut. Kalau tidak ada bozem, sudah tidak mungkin,” katanya.

Selain bozem, dalam jangka panjang, jaringan box culvert yang sedang dibangun juga dirancang menjadi ruang tampung air sementara sebelum dialirkan ke sungai menuju laut. Terutama saat kondisi pasang dan air sungai tidak bisa masuk ke laut.

“Surabaya ini penuh perumahan. Di Gunung Anyar, Simo, Rungkut, semuanya penuh perumahan. Tanah (resapan) sudah tidak ada lagi. Maka satu-satunya tempat standby air sebelum menuju sungai yang menuju laut adalah ditampung di dalam box culvert,” tutur Eri.

Saat ini, Pemerintah Kota Surabaya mengejar target pembangunan jaringan box culvert pada November 2026, saat puncak musim hujan.

“Seperti Simo dan Tanjungsari, itu yang kami kebut. Pada November nanti, kita akan lihat jika hujan, surutnya berapa lama. Kalau masih ada genangan, berapa lama. Yang kami catat adalah waktu surutnya. Nanti di bulan November akan kami sampaikan, titik ini sekian menit, titik ini sekian menit, kalau ada genangan,” kata Wali Kota.

Menurut Eri, perencanaan pekerjaan box culvert ini memerlukan waktu minimal tiga sampai empat bulan. Pada Juni 2026 baru berjalan satu bulan, sehingga apabila hujan turun sebelum waktunya, bendungan untuk proyek-proyek box culvert terpaksa dibongkar untuk mengatasi banjir.

Jika proyek terhambat, pada November-Desember saat musim hujan dan curah hujan jauh lebih tinggi, tantangan banjir yang dihadapi Kota Surabaya akan lebih berat.(iss/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Dukung UMK di Jakarta Fair, Puluhan Pedagang Kuliner Terima Bright Gas
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Pertamina Menyatakan Siap Terapkan B50 Mulai Juli 2026 untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Saksi Ungkap Perempuan Korban Penyekapan Tak Pernah Keluar Kosan Selama 3 Bulan
• 17 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Manfaat Makan Bersama Menurut Ahli
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Stimulus Rp 26,34 Triliun Digelontorkan, Ada Bantuan Beras dan Insentif Perajin Tahu Tempe
• 19 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.