PT Pos Indonesia akan melakukan konsolidasi sejumlah perusahaan BUMN logistik melalui penggabungan ke dalam PT Multi Terminal Indonesia (MTI). Sebanyak sembilan perusahaan BUMN sektor logistik akan bergabung dalam konsolidasi tersebut yang ditargetkan berlangsung mulai 1 Juli.
Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, mengatakan langkah konsolidasi ini bagian dari penugasan untuk mengintegrasikan BUMN logistik guna menciptakan efisiensi, memperbesar skala bisnis.
“Tanggal 1 Juli nanti akan bergabung dalam satu perusahaan yang namanya PT MTI atau Multi Terminal Indonesia,” ujar Daud dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (22/6).
PT MTI merupakan anak usaha PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) yang berada di bawah PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Dalam tahap II konsolidasi, kepemilikan saham MTI akan dialihkan sepenuhnya kepada PT Pos Indonesia (Persero).
Adapun berikut 9 daftar BUMN Logistik yang akan terkonsolidasi pada Tahap I:
- PT Multi Terminal Indonesia (MTI)
- PT Prima Indonesia Logistik (PIL)
- PT Pos Logistik Indonesia (Poslog)
- PT Sarana Bandar Logistik (SBL)
- PT KBN Prima Logistik (KPL)
- PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS)
- PT Krakatau Jasa Logistik (KJL)
- PT Semen Indonesia Logistik (Silog)
- PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog)
Joseph menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 15 entitas BUMN logistik yang beroperasi secara terpisah. Kondisi itu menyebabkan skala bisnis menjadi terbatas dan adanya tumpang tindih layanan.
“Dari Rp3.000 triliun market logistik, perusahaan-perusahaan ini hanya mengambil kurang dari 3%. Kecil sekali. Mereka juga tumpang tindih bisnisnya secara rute, menempati rute yang sama, dan bersaing mengambil pelanggan yang sama,” katanya.
Ia mencontohkan Pos Logistik memiliki kekuatan pada angkutan darat, sementara perusahaan di bawah Pelindo dan Pelni lebih kuat di bidang angkutan laut. Namun, selama ini kapabilitas dan teknologi antarperusahaan belum terintegrasi.
Dalam konsolidasi tersebut, terdapat tujuh perusahaan yang sebelumnya direncanakan bergabung ke PT Multi Terminal Indonesia. Perusahaan tersebut berasal dari beberapa grup BUMN, termasuk anak usaha Pos Indonesia, Pelindo, Pelni, Danareksa, Semen Indonesia, hingga Krakatau Steel.
Selain itu, berdasarkan arahan Danantara melalui surat tugas Nomor 075, akan ditambahkan dua perusahaan lain yaitu Semen Indonesia Logistik (Silog) dan Pupuk Indonesia Logistik (Pilog).
Dalam tahap awal, kepemilikan MTI terdiri atas Pelindo sebesar 73%, Pos Indonesia sebesar 9%, serta lima perusahaan lainnya sebesar 17%.
Pada 2027, seluruh perusahaan tersebut ditargetkan menyerahkan sahamnya kepada Pos Indonesia sehingga nantinya berada di bawah Pos Indonesia secara penuh. “Pada ujungnya nanti di tahun 2027 semua tujuh perusahaan ini akan ada di bawah Pos Indonesia 100 persen,” ujar Daud.
Saat ini, jumlah titik layanan yang dimiliki perusahaan gabungan sekitar 78 titik dan diproyeksikan meningkat menjadi 150 hingga 160 lini bisnis.




