Frankfurt: Mayoritas saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Senin waktu setempat, didorong optimisme investor terhadap perkembangan awal pembicaraan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip Investing.com, Selasa, 23 Juni 2026, indeks STOXX 600 pan-Eropa naik 0,6 persen, sementara indeks DAX Jerman menguat 0,7 persen. Di sisi lain, indeks CAC 40 Prancis turun 0,3 persen dan FTSE MIB Italia melemah tipis 0,1 persen.
Penguatan pasar terjadi di tengah meningkatnya harapan terhadap stabilitas pasokan energi global setelah muncul sinyal positif dari jalur diplomasi Washington dan Teheran.
Di London, indeks FTSE 100 naik 0,7 persen meski pasar juga mencermati dinamika politik domestik setelah pengunduran diri Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Perkembangan itu muncul setelah kemenangan politik rival internalnya, Andy Burnham, dalam pemilihan parlemen.
"Situasi ini mencerminkan kepercayaan pasar yang lebih besar terhadap Burnham, tetapi juga membuat mata uang lebih rentan jika kekhawatiran fiskal kembali muncul," kata Ahli Strategi Valuta Asing ING, Francesco Pesole.
Menurut Pesole, fokus utama pasar kini tertuju pada sosok Menteri Keuangan baru yang akan ditunjuk, terutama untuk memastikan kesinambungan kebijakan fiskal.
Baca juga: Dow Jones Menguat, Nasdaq Terpukul Aksi Jual Saham Teknologi
(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
Investor menanti sinyal kebijakan ECB
Selain perkembangan geopolitik dan politik Inggris, perhatian investor juga mengarah pada Bank Sentral Eropa (ECB). Pasar menunggu pidato Presiden ECB Christine Lagarde serta Kepala Ekonom Philip Lane yang dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama. Pernyataan keduanya dinilai penting untuk membaca arah kebijakan moneter berikutnya.
Pelaku pasar ingin melihat bagaimana ECB menyeimbangkan tekanan inflasi yang masih bertahan setelah lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.
Saham-saham Eropa sempat mencetak rekor tertinggi pekan lalu setelah Washington dan Teheran menyepakati kesepakatan damai yang membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting distribusi energi global.
Sentimen positif bertambah setelah Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka dan pembicaraan lanjutan di Swiss telah membangun fondasi yang kuat untuk kesepakatan final.
Meski demikian, investor masih berhati-hati karena detail konkret dari hasil negosiasi belum sepenuhnya dipublikasikan. Analis menilai reli pasar Eropa dapat kehilangan momentum apabila fokus investor kembali bergeser pada fundamental ekonomi dan valuasi saham.




