Washington, VIVA – Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa jika aset keuangan Iran yang saat ini ditahan dicairkan sebagai bagian dari negosiasi, dana itu akan dialokasikan untuk membeli produk pertanian dari petani Amerika.
Sebelumnya pada hari itu, Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan AS mengeluarkan izin umum untuk penjualan minyak mentah dan produk petrokimia Iran hingga 21 Agustus, yang selanjutnya memungkinkan impornya ke AS sepanjang diperlukan untuk penjualan, pengiriman, atau bongkar muat barang-barang tersebut.
"Jika sanksi dicabut, uang akan masuk ke negara ini. Seluruh dana itu akan kembali ke negara ini melalui pembelian bahan pangan yang sangat mereka butuhkan," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya tentang pencabutan sanksi tersebut.
"Uang yang kita cabut akan diberikan kepada petani kita, sebagian besar kepada petani kita," tambahnya.
Lebih lanjut ditanya tentang bagaimana pemerintahnya akan memastikan Republik Islam tidak akan menggunakan pendapatan dari penjualan minyak untuk membangun kembali militer mereka, presiden mengatakan "kita lihat nanti".
"Mereka seharusnya tidak melakukan itu... mereka seharusnya menggunakan uang itu untuk membeli makanan bagi rakyat mereka... mereka membelinya secara terbuka dari kita: jagung, kedelai. Seharusnya itu jumlah uang yang banyak," tambah Trump.
Pekan lalu, Iran dan AS menandatangani sebuah memorandum secara jarak jauh yang mengatur pengakhiran konflik militer yang dimulai pada 28 Februari.
Dokumen tersebut juga menetapkan tenggat waktu bagi AS untuk mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan Iran dan bagi Iran untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.
Perundingan antara Iran dan AS, dengan mediator Pakistan dan Qatar, diadakan di resor Burgenstock, Swiss, pada 21 Juni. (Ant)





