Public Relations & Event Executive AISMOLI, Riniwaty Sinaga, mengatakan kebijakan insentif yang berlaku dalam jangka panjang akan membantu menciptakan pertumbuhan pasar yang lebih stabil dibandingkan skema tahunan.
"Kami berharap kebijakan ini dirancang secara multi-years agar memberikan kepastian bagi konsumen, industri, dan investor, dibarengi regulasi teknis juga perlu disiapkan sejak awal agar program dapat segera berjalan setelah aturan diterbitkan," kata Riniwaty Sinaga saat dihubungi Antara.
AISMOLI mengusulkan masa berlaku insentif setidaknya tiga tahun. Menurut Riniwaty, periode tersebut cukup ideal karena masih berpotensi berada dalam satu periode pemerintahan yang sama. "Kita usulkan minimal tiga tahun," ia menambahkan. Baca Juga:
Bocoran Spesifikasi BYD Seal 08, Jarak Tempuh Sampai 785 Km
Menurutnya, kebijakan yang berlaku kurang dari tiga tahun berisiko belum mampu menciptakan volume pasar yang cukup untuk mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik secara mandiri. "Di bawah tiga tahun belum terbentuk volume yang mendorong ekosistem bisa tumbuh tanpa intervensi pemerintah," katanya.
Meski demikian, AISMOLI menilai masa berlaku yang lebih panjang akan memberikan dampak yang lebih baik bagi pertumbuhan industri kendaraan listrik dalam jangka panjang. "Idealnya lima tahun untuk mencapai volume pertumbuhan organik," kata Riniwaty.
AISMOLI juga menekankan pentingnya kesiapan regulasi teknis pendukung sejak awal. Dengan demikian, program insentif dapat langsung dijalankan begitu aturan resmi diterbitkan pemerintah.
Asosiasi tersebut menyatakan siap mendukung implementasi kebijakan apabila pemerintah segera mengumumkan skema insentif terbaru untuk kendaraan listrik. "Kami selalu siap mendukung apabila pemerintah mengumumkan dalam waktu dekat untuk diimplementasikan," kata Riniwaty.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)





